Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Ekspor Melejit, Dongkrak Ekonomi Jateng

28 November 2019, 14: 41: 33 WIB | editor : Perdana

Ekspor Melejit, Dongkrak Ekonomi Jateng

SEMARANG – Nilai ekspor Jawa Tengah terus menunjukkan kualitasnya. Hingga triwulan III 2019, ekspor masih menjadi penyumbang tertinggi kedua pertumbuhan ekonomi Jateng.

Pertumbuhan ekspor ini berada pada angka 5,66 persen, melebihi pertumbuhan nasional yang hanya 5,02 persen. Dari total itu, ekspor menjadi penyokong kedua bagi pertumbuhan ekonomi Jateng, yakni sebesar 2,16 persen, setelah konsumsi sebesar 2,44 persen.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah Arif Sambodo mengatakan, ekspor nonmigas Jawa Tengah mengalami tren positif setiap tahunnya. Pada 2017, ekspor non migas Jateng tercatat 7,2 miliar USD. Jumlah itu naik pada 2018 menjadi 8,09 miliar USD atau naik 863 juta USD.

“Sementara periode Januari-September 2019, ekspor nonmigas Jateng tercatat 6,1 miliar USD. Naik 2 persen dibanding periode yang sama pada 2018 yang hanya 6,05 miliar USD,” terang Arif saat menggelar jumpa pers di kantor gubernur di Semarang, Rabu (27/11).

Capaian ekspor tersebut, lanjut Arif, telah mencapai 97.92 persen dari target tahun ini. Pihaknya optimistis, target ekspor 2019 dapat tercapai. Ekspor pada triwulan III ini didominasi oleh tiga produk unggulan. Yakni barang-barang dari kulit sebesar 208,15 juta USD, alas kaki dan pakaian jadi bukan rajutan masing-masing 38,57 persen dan 7,89 persen.

Selain itu, tekstil dan produk tekstil (TPT) menyumbang 2,6 miliar USD atau 47,85 persen dari total ekspor Jateng tahun ini. Diikuti kayu dan produk kayu, perabot, penerangan rumah yang masing-masing menyumbang 10,92 persen dan 8,07 persen.

“Untuk negara tujuan ekspor, peringkat pertama masih diduduki Amerika Serikat dengan total ekspor 2,08 miliar USD. Kemudian Jepang 746,56 juta USD dan Tiongkok di urutan ketiga dengan total 503,9 juta USD,” kata dia.

Sementara untuk data impor, Arif mengatakan bahwa impor Jateng pada periode Januari-September 2019 sebesar 6,579 miliar USD. Jumlah itu naik 0,22 persen dari periode yang sama pada 2018 sebesar 6,564 miliar USD. Kenaikan impor Jateng 2019 didominasi oleh impor mesin, pesawat mekanik dan peralatan listrik dengan total 2,2 miliar USD. Setelah itu, impor tekstil, produk tekstil serta plastik dan barang dari plastik yang masing-masing menyumbang angka 22,14 persen dan 6,12 persen.

“Adapun negara tujuan impor Jateng didominasi dari Tiongkok, Jepang dan Amerika Serikat,” tegasnya.

Meski mengalami peningkatan ekspor,  Arif mengaku belum cukup puas dengan capaian itu. Pihaknya akan terus menggenjot ekspor Jateng dan menekan impor. Berbagai upaya telah dilakukan Pemprov Jateng guna peningkatan ekspor. Di antaranya dengan penerbitan surat keterangan asal (SKA) barang ekspor dengan sistem one day servis, mengamankan akses pasar komoditas ekspor Jawa Tengah dari tuduhan dagang negara lain, melakukan diseminasi informasi kepada dunia usaha, industri untuk regulasi ekspor dan pengendalian impor.

Selain itu, pihaknya juga berupaya untuk meningkatkan daya saing produk ekspor Jateng dengan meningkatkan capacity building, memberikan fasilitas promosi dagang, melakukan business matching, melakukan bimbingan teknis manajemen ekspor dan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan eksportir baru.

“Ke depan, akan tersedia pusat layanan informasi ekspor, free trade agreement centre (FTA Centre) Disperindag Jateng yang berasal dari pemerintah pusat. Semoga dengan inovasi itu, ekspor Jateng akan terus tumbuh menjadi lebih baik,” ujarnya. (lhr/bun)

Nilai Ekspor Nonmigas Jateng

2017

7,2 miliar USD

2018

8,09 miliar USD

2019 (Januari-September)

6,1 miliar USD

Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi Jateng

(Triwulan III 2019)

2,44 persen

Kebutuhan konsumsi

2,16 persen

Ekspor 

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia