Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Features

Agung Prasetyo Ciptakan Alat Detektor Kapal Tenggelam

29 November 2019, 14: 36: 10 WIB | editor : Perdana

INOVATIF: Alat detektor kapal tenggelam karya Agung Prasetyo diakui di kompetisi inovatif internasional.

INOVATIF: Alat detektor kapal tenggelam karya Agung Prasetyo diakui di kompetisi inovatif internasional. (DOK PRIBADI)

Share this      

Kapal-kapal besar yang berlayar di lautan sudah pasti memiliki alat detektor jika kapal tersebut tenggelam. Tapi bagi kapal kecil milik nelayan tidak semua terpasang alat ini. Akibatnya, bila sampai tenggelam keberadaannya sulit terdeteksi. Agung Prasetyo berhasil membuat alat detektor yang dibutuhkan nelayan tersebut. Seperti apa?

SEPTINA FADIA PUTRI, Solo, Radar Solo

AGUNG Prasetyo memang tidak mempunyai data pasti berapa jumlah kapal nelayan yang tenggelam di tengah lautan. Tapi dia sering mendengar kasus kapal nelayan tenggelam yang berakhir tidak ditemukan. Itulah yang memotivasinya membuat alat detektor khusus kapal nelayan. 

Sebuah alat bantu yang membantu pencarian kapal nelayan yang tenggelam. Detektor ini bisa diseting untuk mengirimkan pemberitahuan melalui SMS ke nomor yang diinginkan. Artinya, nelayan bisa memasukkan nomor orang terdekatnya untuk memberitahukan keberadaannya jika sewaktu-waktu terjadi badai dan tenggelam.

“Alat ini memang sasarannya ke nelayan. Prinsip kerjanya, memberikan informasi teks melalui SMS kepada nomor tujuan yang sudah diseting terlebih dahulu mengenai koordinat kapal tersebut jika mengalami tenggelam,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Alat tersebut diberinama Remotely Alert Coordinat of Ship Dissapear atau disingkat RADAR. Agung mengungkapkan alat detektor dibawa kapal dan akan mengirimkan SMS secara otomatis berisi titik koordinat lokasi kapal ketika tenggelam.

“Nah, ketika alat itu ada pada situasi tersebut, secara otomatis akan mengirimkan pesan ke nomor tujuan sehingga kapal segera ditemukan dan ditolong,” sambungnya.

Jika dibandingkan dengan alat detektor pada kapal besar, lanjut Agung, alat ini tidak jauh berbeda. Sebab, prinsip cara kerjanya relatif sama. Hanya saja jika untuk kapal besar, alat detektor menggunakan alat-alat canggih. Sementara alat yang ia buat cenderung lebih sederhana. Sehingga nelayan dapat mengoperasikan alat tersebut. Mengingat biasanya kapal nelayan belum dilengkapi dengan teknologi alat detektor.

“Kelebihan lainnya, alat ini harganya murah. Cukup Rp 200 sampai 300 ribu saja nelayan sudah mendapatkan satu unit. Jika dibandingkan dengan alat detektor di kapal-kapal besar bisa mencapai jutaan rupiah,” sambungnya.

Karya inovatifnya tersebut berhasil mengantarkan mahasiswa Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS itu meraih medali perak pada ajang 10th International Innovation and Invention Competition yang diselenggarakan oleh The Chinese Innovation and Invention Society Organized di Taiwan, 10-14 November lalu.

Agung bahkan berhasil menyisihkan inovasi karya peserta lain dari 12 negara. Usai melalui seleksi full paper, Agung diundang menghadiri acara grand finalnya untuk presentasi di hadapan dewan juri. 

“Saya berharap alat ini dapat bermanfaat bagi para nelayan di Indonesia. Agar tidak ada lagi kejadian kapal nelayan tenggelam namun tidak diketahui keberadaannya,” ujarnya (*/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia