Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Dewan Apresiasi Kongres Perempuan

29 November 2019, 14: 42: 18 WIB | editor : Perdana

PERAN DEWAN: Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman jadi narasumber di Kongres Perempuan Jawa Tengah 2019 di Hotel UTC, Semarang.

PERAN DEWAN: Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman jadi narasumber di Kongres Perempuan Jawa Tengah 2019 di Hotel UTC, Semarang. (DOK HUMAS SEKRETARIAT DPRD JATENG)

Share this      

SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi Kongres Perempuan yang digelar Pemerintah Provinsi Jateng di Hotel UTC Semarang, Senin (25/11). Kongres tersebut dihadiri oleh 750 peserta. Antara lain dari instansi pemerintah lintas sektor, tim penggerak PKK, organisasi perempuan dan anak, komunitas pemerhati perempuan dan anak seluruh Jawa Tengah. 

Tema yang diambil “Perempuan Berdaya Jawa Tengah Unggul” merupakan tantangan bagi perempuan sekarang ini. Hadir dalam pembukaan Ketua Komisi A DPRD Jateng Mohammad Saleh, serta anggota Komisi E Sri Ruwiyati dan dr Messy Widiastuti.

”Kami mengapresiasi kongres ini. Masalah isu perempuan selama ini belum bisa terselesaikan secara komprehensif. Kami mengharapkan ada hasil dari kongres untuk perempuan Indonesia,” ungkap Messy.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menilai kongres perempuan penting untuk dilakukan. Selain memecahkan masalah yang sudah terjadi, kongres ini diharapkan dapat memprediksi persoalan-persoalan perempuan di masa yang akan datang.

”Kita tidak bisa menggunakan cara lama, karena perubahan dunia begitu cepat. Bicara kekerasan atau diskriminasi perempuan, tidak cukup hanya yang begini-begini saja,” kata Ganjar.

Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman menjadi narasumber di hari kedua, Selasa (26/11). Sukirman sangat mengaapresiasi adanya kongres tersebut karena mampu mendengar aspirasi dari sudut pandang perempuan.

Menurutnya, ada banyak perkembangan mengenai masalah perempuan di Jateng. Salah satunya dari data Pemprov Jateng, ada indeks kenaikan gender. Yaitu berkurangnya tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak.

”Saya mendukung organisasi perempuan yang ada di Jateng, yang bisa mengarahkan generasi anak-anak muda agar mempunyai daya saing ekonomi. Tinggal sekarang timbal balik negara untuk para perempuan itu bagaimana. Itu yang akan akan kita perjuangkan bersama,” kata legislator PKB itu.

Dikatakan, program pemerintah harus bisa lebih berpihak pada perempuan. Seperti perempuan harus sekolah yang tinggi agar dapat mengurangi angka kekerasan dan kemiskinan. ”Yang tidak kalah penting adalah program pengentasan kemiskinanan. Dimulai dari pendidikan pada perempuan. Dampaknya akan terlihat secara langsung. Dengan pendidikan yang tinggi, perempuan tidak akan mudah kawin muda dan pengentasan kemiskinanan juga akan terminimalisasi,” harapnya. (adv/adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia