Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Dorong UKM Produktif, Sabet Anugerah Paramakarya 

29 November 2019, 14: 45: 57 WIB | editor : Perdana

PRODUKTIF: Wapres Ma’ruf Amin serahkan Anugerah Paramakarya kepada Gubernur Ganjar Pranowo, di Istana Wapres Jakarta, Kamis (28/11).

PRODUKTIF: Wapres Ma’ruf Amin serahkan Anugerah Paramakarya kepada Gubernur Ganjar Pranowo, di Istana Wapres Jakarta, Kamis (28/11).

Share this      

JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ditetapkan sebagai pembina usaha kecil, menengah dan besar terbaik nasional karena sukses mendorong tingginya produktivitas pekerja di sektor tersebut. Atas penilaian itu, Ganjar menerima Anugerah Paramakarya dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. Penghargaan itu diserahkan oleh Wapres Ma’ruf Amin di Istana Wapres Jakarta, Kamis (28/11).

Anugerah Paramakarya merupakan anugerah yang diberikan pemerintah pusat kepada kepala daerah yang memberi dukungan dan pembinaan terhadap pelaku usaha kecil, menengah (UKM) dan skala besar. Dengan dukungan tersebut akhirnya selama tiga tahun berturut-turut para pekerja di tiga segmen usaha itu mampu meningkatkan produktivitasnya. 

“Ada tujuh kriteria sampai akhirnya kepala daerah dinobatkan sebagai pembina terbaik, yaitu kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus sumber daya manusia (SDM), fokus pelanggan, data, Informasi dan analisis. Selanjutnya manajemen proses dan hasil usaha,” kata Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jateng, Susi Handayani, Kamis (28/11). 

Dari tujuh kriteria tersebut, lanjut Susi, tiga perusahaan di Jawa Tengah dinilai menjadi yang terbaik karena produktivitasnya yang tinggi. Dalam proses penilaian, Pemprov Jateng menyodorkan tujuh perusahaan untuk dinilai per nominasi. 

“Kriteria perusahaan kecil yang diikutkan adalah yang memiliki karyawan kurang dari 50. Untuk perusahaan menengah, memiliki karyawan 50 sampai 200. Sementara untuk perusahaan besar adalah yang memiliki karyawan lebih dari 200,” katanya. 

Program tersebut merupakan bantuan teknis global yang dikembangkan oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO) sejak 1994 yang mendorong UKM untuk menciptakan pekerjaan yang layak. Dengan hal itu diharapkan UKM bisa bersaing sampai di kancah internasional. 

“Sebelum perusahaan kita ajukan ke level nasional dalam ajang Paramakarya ini, mereka telah kita seleksi di tingkat provinsi dalam lomba Siddhakarya yang diadakan tahun sebelumnya,” katanya. 

Untuk meningkatkan produktivitas pekerja di sektor UKM, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menyisir apa yang menjadi penghambat dunia UKM selama ini. Ada tiga hal yang membuat UKM mengalami stagnasi, yaitu tidak ada upgrading pada tenaga kerja, managemen yang buruk serta minimnya modal. 

“Maka kami memberi pendampingan agar manajemennya tertata, pelatihan-pelatihan agar pekerja semakin terampil dan memberi akses modal lewat pinjaman dengan suku bunga rendah,” katanya. 

Ketua Dewan Juri Paramakarya 2019, Hariyadi B. Sukamdani mengatakan, penghargaan Paramakarya digelar oleh Kementerian Tenaga Kerja setiap dua tahun sekali. Beberapa hal yang sering dia utarakan kepada pengusaha di antaranya mengenai manajemen tenaga kerja, manajemen keuangan, produksi, hingga rencana bisnis ke depan.

“Penghargaan ini, selain berjenjang penilaiannya juga membaca kemungkinan keberlangsungan di masa mendatang. Untuk itu, jalinan antara pengusaha dan pemerintah dalam hal ini sangat penting,” katanya. (kom/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia