Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

BPBD Antisipasi Jalan Utama Tergenang

29 November 2019, 17: 12: 38 WIB | editor : Perdana

PUSAT AKTIVITAS: Jalan Soedirman, Sukoharjo, yang sebelumnya kerap tergenang ketika hujan deras.

PUSAT AKTIVITAS: Jalan Soedirman, Sukoharjo, yang sebelumnya kerap tergenang ketika hujan deras. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Meskipun beberapa drainase telah direhabilitasi, namun daerah perkotaan diperkirakan masih berpotensi tergenang. Sebab, sejumlah saluran air tidak mengalir lancar. Selain itu, posisi rumah yang lebih rendah dari jalan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto menyatakan telah memetakan daerah rawan banjir. Terutama di daerah Sukoharjo Kota. Seperti di Desa Jetis, Sukoharjo dan kampung sebelah barat Alun-Alun Satya Negara.

"Antara jalan dan kampung lebih tinggi jalannya. Jadi kalau hujan air tidak bisa langsung masuk saluran air," jelasnya, Kamis (28/11).

Pemetaan banjir juga dilakukan di kecamatan lain. Yakni  Grogol, Polokarto, Mojolaban dan Sukoharjo. Terutama di daerah yang dilintasi Kali Langsur, Kali Samin dan Sungai Bengawan Solo. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diminta selalu waspada.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait. Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sukoharjo terkait pembuatan dan pembenahan saluran drainase,” ucapnya.

Sementara itu, Putut Cahyo Semira, salah seorang PKL di Jalan Soedirman, Desa/Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo menyatakan, pada 2016-2017, jalam utama Kota Makmur itu sering tergenang. Tapi, saat ini sudah dilakukan perbaikan drainase sehingga air tidak lagi menggenang.

"Dulu, ketika hujan deras, di citywalk selalu tergenang. Pembuangan air di sebelah batas kota kurang lancar. Semoga di musin hujan tahun ini tidak ada lagi genangan," harap dia.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo menjelaskan, rehabilitasi drainase telah dilakukan di kawasan Sukoharjo Kota, Bekonang-Mojo, Jalan Slamet Riyadi, Kartasura dan Bulakrejo.

Pihaknya berharap masyarakat sadar ikut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air. “Dari evaluasi DPUPR Sukoharjo mengenai kondisi saluran saat musim hujan tahun lalu, tidak ada temuan banjir di tengah kota," ungkap dia. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia