Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Ditunggu-tunggu Lawan Politik, Rekomendasi PDIP Turun Injury Time

30 November 2019, 12: 26: 20 WIB | editor : Perdana

Sekretaris DPC PDIP Kota Surakarta Teguh Prakosa

Sekretaris DPC PDIP Kota Surakarta Teguh Prakosa

Share this      

SOLO - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi partai yang paling menentukan pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Solo 2020. Siapa calon yang diajukan PDIP, dijadikan pedoman lawan politiknya. Namun, partai berlambang banteng moncong putih itu memiliki strategi yang ciamik menyambut hajatan lima tahunan nanti.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Surakarta Teguh Prakosa memastikan rekomendasi dari dewan pimpinan pusat (DPP) partainya akan turun menjelang masa pendaftaran. Selain karena urusan administratif, itu juga sebagai salah satu jurus partai agar tidak mudah terbaca lawan.

“Seperti biasa, nanti DPP mengeluarkan rekomendasi injury time. Bersama-sama dengan daerah lain. Karena tidak hanya Solo tetapi juga puluhan sampai ratusan kabupaten atau kota di Indonesia,” ujar Teguh, Jumat (29/11).

Strategi injury time juga dilakukan saat pilkada 2015. Saat itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta membuka pendafataran bakal calon wali kota dan wakil wali kota pada pertengahan September 2015. Sedangkan rekomendasi DPP PDIP untuk pasangan calon F.X. Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo baru turun di akhir Juli 2015 atau satu setengah bulan sebelum masa pendaftaran.

“Ya seperti itu, kira-kira hampir mirip,” tegas Teguh.

Jika merujuk Pilkada 2015, diperkirakan rekomendasi DPP PDIP bakal turun sekitar akhir April 2020. Sebab, KPU baru membuka pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota pada 16 – 18 Juni 2020.

Jika dibandingkan dengan bakal calon pasangan jalur perseorangan, syarat pendaftaran kandidat yang diusung partai politik relatif lebih mudah. Partai politik hanya perlu membawa surat rekomendasi DPP atau surat sejenis pada tingkatan yang sama.

“Tetapi politik itu dinamis. Kita partai yang sudah siap dengan dinamika politik,” papar pria yang kali ini diajukan oleh DPC sebagai bakal calon wakil wali kota itu.

Sementara itu, salah satu politisi yang berencana maju melalui jalur perseorangan, Henry Indraguna menegaskan, regulasi pemilu kali ini membunuh harapan calon perseorangan. Sebab, jangka waktu pengumpulan syarat dari calon perseorangan dibuat lebih cepat. (irw/ria)

 

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia