Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Koalisi PKS-PDIP Menguat, Tetap Usung Pasangan Petahana Yuni-Dedy?

30 November 2019, 16: 58: 41 WIB | editor : Perdana

Wakil Bupati Dedy Endriyatno (kanan, mengangkat sepeda) dalam suatu acara PKS

Wakil Bupati Dedy Endriyatno (kanan, mengangkat sepeda) dalam suatu acara PKS (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berpeluang untuk menjalin koalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam Pilkada Sragen 2020. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS dikabarkan sudah memberi lampu hijau untuk pasangan petahana Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Dedy Endriyatno.

Politikus PKS sekaligus Wakil Bupati Dedy Endriyato menegaskan, tidak ada masalah terkait rencana membangun koalisi dengan partai mana pun. Bahkan, soal rencana kembali maju bersama Untung Yuni alias Mbak Yuni ke depan sudah mendapat restu dari para pimpinan partai di tingkat pusat. Seperti Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid dan Presiden PKS Sohibul Iman.   

”Sudah bertemu dengan Sohibul Iman dan Hidayat Nurwahid dan petinggi partai di DPP PKS. Tidak ada halangan koalisi dengan siapa pun, terutama di daerah.  DPP PKS menyerahkan kebijakan lokal itu di tingkatan masing-masing,” terang Dedy Jumat (29/11).

Dia menjelaskan, peta dan kondisi politik Sragen tentu berbeda dengan pusat dan tempat lain. Keberagaman di tingkat lokal ini sangat dipahami DPP PKS. Bahkan, DPP PKS akan men-support sepenuhnya.

"Bahkan DPP PKS juga melakukan komunikasi intensif dengan DPP PDIP. Hal ini juga dilakukan di tingkat provinsi dan kabupaten,” kata Dedy.

Dia menegaskan tidak ada syarat apa pun dalam membangun koalisi. Asalkan ada komunikasi di tingkat bawah. DPP melihat kans untuk menang sangat besar, dengan berbagai pertimbangan dan survei.

Soal tanggapan para kader, Dedy menilai kader PKS ini unik dan pasti menerima keputusan partai. ”Karena jika di pusat A, maka sampai ke bawah juga A. Jika ada riak satu atau dua, itu wajar. Namun, secara umum ketika pimpinan sampai bawah satu suara,” ujar dia.

Meski demikian, kalau untuk menghadapi para simpatisan PKS, diakui dia memang butuh usaha lebih keras. Terutama harus ada sosialisasi dan pemahaman bersama melalui pendekatan-pendekatan.

"Kader dan simpatisan PKS  saat ini lebih cerdas dan dewasa secara politik dan bisa diberi pemahaman,” bebernya.

Sementara itu, disinggung pilihan politik Yuni yang memilih kembali ke pangkuan PDIP, menurutnya hal tersebut tidak masalah. ”Selama orang yang sama meski pakai baju yang berbeda, tidak masalah,” ujarnya.

Untuk menghadapi pilkada, PKS pun tak sekadar berpangku tangan.  Dari internal partai ada survei untuk melihat kondisi kekuatan. Saat ini suara yang berkembang di PKS masih pada Yuni-Dedy. Namun, ada satu dua yang berbeda dan itu dinilai wajar.

”Logika politiknya ngangkat Yuni-Dedy lebih mudah daripada bentuk baru,” pungkas Dedy. (din/ria)    


(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia