Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Jembatan Putus, Warga Terpaksa Naik Turun Jurang

30 November 2019, 18: 52: 55 WIB | editor : Perdana

SEGERA DIBANGUN: Kondisi jembatan bambu di Desa Jrakah, Selo, Boyolali, sebelum putus dimakan usia.

SEGERA DIBANGUN: Kondisi jembatan bambu di Desa Jrakah, Selo, Boyolali, sebelum putus dimakan usia. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI - Bagi warga lereng Merapi, keberadaan jembatan di daerah tersebut sangat penting. Sebab, bila sewaktu-waktu terjadi erupsi maka jembatan itu bisa menjadi akses mengamankan diri ke lokasi lain.

Selama ini warga di tiga dusun di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali, selalu mengandalkan jembatan bambu sebagai jalan pintas. Namun jembatan ini sudah lama putus. Kini mereka berharap bisa dibangun jembatan gantung.  

Kepala Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Tumar mengatakan, jembatan penghubung ke jalan raya Solo-Selo- Borobudur (SSB) sudah lama putus. Akibatnya, akses menuju di Dusun Bakalan, Sumber dan Bangunsari, sangat sulit. Warga harus memutar sejauh 6 kilometer dengan kondisi jalan naik turun jurang jika ingin keluar dusun.

Padahal, sewaktu-waktu terjadi erupsi, warga harus segera dievakuasi ke tempat aman untuk menyelamatkan diri. “Kalau musim kemarau, warga masih bisa menyeberangi sungai yang kering. Itupun hanya pejalan kaki. Kalau kendaraan tak bisa. Harus memutar jauh,” katanya.

Pihaknya bersama warga mengusulkan adanya bantuan jembatan untuk memudahkan akses warga. Bahkan, warga siap memberikan tanahnya untuk lokasi pembangunan jembatan ini. “Tanah pribadi saya siap saya berikan. Berapapun yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan ini,” ujarnya.

Camat Selo Waluyo Jati mengatakan, permintaan warga tak lama lagi segera terkabul. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali bakal membangunkan jembatan gantung untuk akses warga di desa ini.

Pembangunan jembatan sepanjang 80 meter tersebut akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2020 mendatang. Meski begitu, pihaknya tak menyebut anggaran untuk pembangunan jembatan ini. 

“Jembatan tersebut sangat penting. Dengan jembatan ini, akses warga ke jalan raya (SSB) hanya 100 meter saja. Tak perlu memutar jauh atau menuruni jurang sungai lagi untuk ke jalan raya,” ujar Waluyo. 

Pihaknya berharap, dengan jembatan ini akses warga lebih mudah. Dan dapat meningkatkan kesejahteraan warga. (wid/bun)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia