Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Dorong Ekonomi Digital di Era Industri Revolusi 4.0

30 November 2019, 20: 17: 46 WIB | editor : Perdana

Dorong Ekonomi Digital di Era Industri Revolusi 4.0

SOLO - Pembangunan ekonomi menjadi konsentrasi di Indonesia . Salah satunya pembangunan ekonomi di sektor bisnis kecil atau UMKM. Pasalnya keberadaan UMKM memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat kecil. Di era revolusi industri 4.0 ekonomi dan digitalisasi harus menjadi satu kesatuan untuk memaksimalkan usaha. 

Pada salah satu acara festival Ekonomi Digital, Putra Suling Presiden Joko Widodo Gibran Rakabumong Raka, menjelaskan bahwa media sosial menjadi penting untuk membentuk branding usaha. Namun, bagi Gibran online dan offline harus memiliki porsi yang seimbang. Pasalnya segmen usaha yang disasar Gibran segala umur. Dimana anak muda atau milenial banyak yang menggunakan smartphone dan tidak semua orang dewasa familiar dengan media sosial. 

“Di era yang terus berkembang disisi teknologi harus dipahami dan diterima oleh semua orang. Namun, kita juga tidak bisa memaksakan orang harus melihat branding kita hanya di media sosial. Jadi seperti baliho, flyer, dan spanduk masih saya bikin. Yang paling utama justru pemberian nama brand dan membuat konten yang menarik untuk masyarakat,” jelas Gibran ditengah-tengah acara Ekonomi Digital yang digelar di De Tjolomadu, Senin (25/11).

Ditambahkan Gibran, konten media sosial harus di create dengan baik. Media sosial tersebut jangan hanya hard selling, tetapi juga dibuat menarik untuk menjalin releationship antara brand dengan netizen. Hal serupa juga dikatakan salah satu content creator Ernest Prakasa, media sosial sebagai sarana berjualan. Tetapi akun bisnis tersebut tidak hanya untuk jualan, harus memberikan manfaat seperti memberikan tips yang bisa dibaca oleh follower. Sejauh ini banyak yang memanfaatkan media sosial hanya untuk keperluan pribadi, bukan untuk membangun usaha. 

Selain media sosial, dalam bisnis digital juga harus melek digital. Beberapa diantaranya dengan memanfaatkan e-commerce, pesan makanan online, maupun platform digital lainnya. CEO Axiata Digital Services Indonesia Joseph Lumban Gaol, mengatakan inklusi keuangan terutam secara digital masih relatif tertinggal dengan negara-negara lain. Untuk itu pihaknya terus mendorong ekonomi digital ditengah masyarakat maupun pengusaha salah satunya dengan edukasi mengenai industri digital. 

“Untuk bisa mengajak masyarakat melek digital kan salah satunya dengan menghadirkan orang-orang yang paham dengan ekonomi digital atau start up. Dengan mendengarkan sharing dari Gibran Rakabumong Raka, Ernest, dan lainnya ini bisa memberikan suntikan atau gairah kepada pelaku usaha untuk melek media,” pungkasnya. (gis/fer

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia