Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

KPA Berharap Anggaran Untuk Penanganan ODHA Naik Rp 300 Juta

01 Desember 2019, 09: 30: 59 WIB | editor : Perdana

KPA Berharap Anggaran Untuk Penanganan ODHA Naik Rp 300 Juta

MENGURUS orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Surakarta bukan perkara mudah. Butuh sinergi dengan seluruh pihak. Selain itu, back-up anggaran juga sangat menentukan performa.

Selama ini, urusan ODHA di Kota Bengawan berada di satu pintu, yaitu Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Tahun ini, lembaga tersebut digelontor anggaran dari pemkot senilai Rp 500 juta. Angka tersebut terbilang kecil, namun cukup untuk menangani 700 warga yang terinfeksi HIV/AIDS.

“Rp 500 juta itu peruntukannya antara lain manajemen delapan orang, terdiri dari lima orang tenaga lapangan dan tiga orang kesekretariatan. Kemudian LSM (lembaga swadaya masyarakat) dan WPA (warga peduli AIDS),” terang Staf Administrasi dan Keuangan KPA Surakarta Hariyanti, kemarin.

Termasuk untuk biaya kegiatan pencegahan, monitoring, pendampingan dan pemberdayaan. Program pencegahan meliputi sosialisasi, penyediaan lapak informasi serta penguatan jejaring KPA.

“Kegiatan monitoring kita lakukan dengan menggelar rapat rutin bersama OPD (organisasi perangkat daerah) dan tim pendamping di setiap kecamatan. Yang belum kita lakukan adalah melakukan komunikasi dengan kelurahan secara intensif,” tutur dia.

Selain mengandalkan anggaran bansos, urusan ODHA juga mendapat alokasi anggaran dari dana pembangunan kelurahan (DPK). Pengadaan anggaran tersebut berdasarkan surat edaran sekretaris daerah (sekda) Kota Surakarta kepada seluruh lurah.

“Sementara yang belom ter-cover adalah ADHA (anak dengan HIV/AIDS). Tahun 2018 dan 2019 kita tidak punya alokasi untuk itu. Mereka mendapat bantuan dari CSR (corporate social responsibility),” kata Yanti.

Tahun depan, KPA berharap pemkot dapat memberikan alokasi anggaran bagi ADHA. Diperkirakan kebutuhan anggaran terkait ODHA sekitar Rp 800 juta. “Harapannya anggaran ditingkatkan karena banyak tugas yang harus diselesaikan. Mudah-mudahan juga wali kota setelah ini (hasil Pilkada 2020) terus konsisten mendukung penanganan, penanggulangan HIV/AID. Siapa pun itu,” tegasnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia