Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Penambangan Longsor Sudah 3 Kali Telan Korban Jiwa

01 Desember 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Perdana

BERBAHAYA: Lokasi penambangan di Jurang Krasak, Dusun Gondang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang yang longsor. 

BERBAHAYA: Lokasi penambangan di Jurang Krasak, Dusun Gondang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang yang longsor.  (DOKUMENTASI WARGA)

Share this      

KLATEN – Kematian Tarto, 50, alias Bowo warga Tempel, Kabupaten Sleman saat beraktivitas di Jurang Krasak, Dusun Gondang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, menambah panjang kasus penambang pasir yang meninggal akibat tertimpa material longsor tebing.

Peristiwa nahas itu terjadi Jumat (29/11) sekitar pukul 19.00. Malam itu Tarto bertugas menjadi operator alat berat untuk mengisi bak truk dengan material pasir.

“Tiba-tiba tebing longsor menimbun alat berat dan korban. Biasanya kegiatan penambangan berakhir pukul 17.00. Tetapi karena masih ada truk dari daerah jauh yang mengantre, pengisian galian C ke bak truk terus dilakukan,” jelas Kepala Desa (Kades) Tegalmulyo Sutarno dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (30/11).

Tebing setinggi sekitar 10 meter itu longsor begitu cepat sehingga Tarto tak sempat menyelamatkan diri, sedangkan posisi sopir truk berada di luar armada sehingga bisa berlari. “Proses evakuasi cukup cepat. Sekitar 15 menit karena korban langsung bisa terlihat,” ujar dia.

Tarto mengalami luka lebam di bagian kepala. Penyebab kematiannya diduga karena tak bisa bernafas akibat tertimbun longsoran pasir dan batu. Peristiwa penambang tertimbun longsor di lokasi yang sama sudah kali ketiga selama beberapa tahun terakhir.

“Kami imbau para penambang saat beraktivitas tetap memperhatikan sekitarnya. Jika sudah tahu yang ditambang itu cekungannya cukup dalam, jangan diteruskan (menggali) demi mendapatkan pasir bagus,”  pungkas Sutarno. (ren/wa)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia