Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Gubernur Bakal Panggil Perusahaan Cemari Bengawan 

01 Desember 2019, 09: 35: 59 WIB | editor : Perdana

Gubernur Bakal Panggil Perusahaan Cemari Bengawan 

SEMARANG – Kondisi Sungai Bengawan Solo yang tercemar beragam limbah menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil sejumlah perusahaan yang terindikasi melakukan pencemaran di sungai tersebut.

Sampai saat ini, tim Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Jateng serta beberapa kabupaten/kota terus berupaya mengumpulkan data terkait pencemaran di Sungai Bengawan Solo. 

"Tim LHK sudah turun. Dibantu Pemkab Blora, Solo, Karanganyar, Sukoharjo dan beberapa di Wonogiri. Tim sudah mengumpulkan beberapa sampel air, lalu dinas ESDM kami minta checking dan sudah terkumpul hasilnya," kata Ganjar ditemui di rumah dinasnya Puri Gedeh Kota Semarang, Sabtu (30/11).

Rencananya, pekan depan, semua hasil temuan tim akan dirapatkan. Setelah itu, akan diambil tindakan. Siapa yang bertanggung jawab terhadap pencemaran dan apa sanksinya? Ganjar belum mau menyimpulkan. Namun dari laporan yang sudah ada, didapat indikasi beberapa potensi yang menjadi penyebab pencemaran, yakni industri tekstil, peternakan babi, dan alkohol.

"Indikasi itu yang kemarin terkumpul. Kita lihat nanti prosesnya seperti apa, apakah faktor kesengajaan atau yang lain. Nanti kita akan panggil mereka," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, akibat pencemaran parah, air dari Sungai Bengawan Solo yang menjadi bahan baku PDAM Surakarta tidak dapat diolah. Dampaknya, aktivitas sejumlah instalasi pengolahan air terpaksa dihentikan..

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Ammy Rita mengatakan, dari hasil investigasi, Sungai Bengawan Solo tercemar oleh limbah industri kecil alkohol, batik, dan peternakan babi.

Selain itu, dari hasil investigasi juga ditemukan adanya dugaan industri besar yang ikut mencemari Sungai Bengawan Solo. Tim kemudian melakukan klarifikasi lebih lanjut ke perusahaan bersangkutan.

Sementara itu, hasil pendataan dinas terkait, di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo terdapat 142 industri kecil alkohol, 37 industri tahu, puluhan industri batik, serta industri peternakan. (lhr/wa)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia