Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Remang-remang, Bendung Karet Rawan Mesum 

01 Desember 2019, 11: 55: 59 WIB | editor : Perdana

BERSIH: Kawasan Bentung Karet Tirtonadi menjadi jujukan warga untuk bersantai.

BERSIH: Kawasan Bentung Karet Tirtonadi menjadi jujukan warga untuk bersantai. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Belasan tiang lampu taman terpasang di kawasan Bendung Karet Tirtonadi. Namun, yang menyala hanya sebagian. Kondisi remang-remang tersebut dikhawatirkan memicu penyalahgunaan taman untuk tempat mesum.

"Saya lihat ada belasan tiang lampu taman setinggi satu meter yang dipasang di atas tanggul. Namun, belum pernah saya lihat lampu taman itu menyala," ujar Basuki Rahman, 39, salah seorang warga Gilingan, Banjarsari, kemarin (30/11).

Menurut Basuki, lampu taman yang menyala hanya di sekitar kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). "Kalau dibiarkan seperti itu, jelas rawan tempat mesum. Sebisa mungkin harus dibebenahi. Apa penyebabnya lampu taman tidak menyala?," tegasnya.

Keresahan serupa dirasakan Zulisfar, 33. Warga Banjarsari ini khawatir kondisi Bendung Karet Tirtonadi yang kurang penerangan dapat mengundang kejahatan. Seperti pemalakan, pencopetan, dan lainnya. 

Dia berharap ada tindak lanjut dari pihak pengelola agar Bendung Karet Tirtonadi bisa dinikmati warga dengan nyaman dan aman. "Banyak warga datang ke Bendung Karet Tirtonadi malam Minggu. Kalau kondisinya gelap, tentunya dapat membahayakan pengunjung," ujar dia.

Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWSBS Andri Rachmanto Wibowo mengakui ada sejumlah lampu taman mati. Namun seluruhnya sudah diganti dan kembali menyala saat ini. 

"Soal titik gelap di sisi paling luar taman yang berbatasan dengan jalan lingkungan bukan kewenangan kami," jelasnya.

Sebagai upaya antisipasi kejadian tak menyenangkan, Andri memperketat patroli. "Mungkin kalau kondisi di luar taman koordinasi dengan wilayah masing-masing. Namun untuk di dalam taman, kami pastikan bebas dari perbuatan kurang pantas. Sementara ini kami masih memaksimalkan masa pemeliharaannya. Kalau tidak ada perubahan, awal 2020 bisa diserahkan asetnya ke pemkot," beber dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia