Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Travelling

Menikmati Pesona Alam dari Puncak Gunung Gamping, Tawangmangu

01 Desember 2019, 14: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Menikmati Pesona Alam dari Puncak Gunung Gamping, Tawangmangu

Keindahan alam Gunung Lawu Karanganyar seperti tidak ada habisnya. Salah satu cara menikmatinya bisa dari puncak Gunung Gamping di Desa Bandardawung, Tawangmangu.

WILAYAH Kabupaten Karanganyar memang kaya akan potensi wisatanya. Perbukitan yang tersebar membentang dari utara hingna selatan Lawu menjadi daya tarik bagi wisatawan. Khusus wisatawan yang hobi trekking, ataupun sekadar nge-camp di alam bebas, bisa mencoba ke Gunung Gamping. Apalagi lokasinya yang berada di kawasan wisata Tawangmangu masih terasa kesejukan udaranya.

Perjalanan ke lokasi pendakian cukup mudah. Hanya menempuh waktu perjalanan 30 menit dengan kendaraan pribadi dari Kota Karanganyar. Melalui jalur Karanganyar-Matesih-Tawangmangu yang sudah mulus jalannya. Jika ingin mencari bekal, bisa mampir sejenak ke Pasar Matesih. Lalu dilanjutkan menyusuri jalan ke arah Tawangmangu.

Dari kejauhan, puncak Gunung Gamping sudah terlihat jelas. Berada di tengah lahan pertanian hijau nan subur, Gunung Gamping yang sejatinya hanya sebuah bukit, tampak berdiri gagah. Bagian puncaknya terlihat putih karena batuan gamping terus ditambang masyarakat setempat.

Gunung Gamping baru-baru ini tengah viral karena jadi spot selfie menarik wisatawan. Banyak yang mengunggah fotonya di atas gunung ke media sosial seperti Instagram. Itu pula yang menjadikan gunung Gamping semakin populer. Selain itu, Gunung Gamping juga kerap jadi lokasi latihan vertical rescue tim search and rescue (SAR) hingga mahasiswa pecinta alam (Mapala).

Oke, lanjut lagi ke perjalanan. Memasuki gerbang Desa Bandardawung, tepatnya di Dusun Gamping, kita akan langsung disuguhi banguan gubug. Di dalamnya terdapat banyak bebatuan gamping. Oleh warga, bangunan gubug tersebut dikenal dengan sebutan Tobong. Ada banyak tempat. Tobong ini digunakan untuk mengolah batu gamping menjadi gamping yang siap dijual.

Saat akan mulai mendaki, sudah ada papan penunjuk arah menuju ke lokasi puncak Gunung Gamping. Tulisannya “Welcome to Wana Wisata Gunung Gamping”. Jalurnya sudah dibuat tangga cor dengan dihias cat warna-warni. Sedikit menanjak, tapi tak terlalu melelahkan bagi pendaki pemula sekali pun.

Perjuangan menyusuri ratusan anak tangga akan terbanyar panorama yang mengesankan. Tak harus sampai di puncak, pemandangan alam di bawah bukti sudah bisa dilihat saat baru setengah perjalanan. Namun akan lebih sempurna jika kita sudah sampai di puncak Gunung Gamping.

Kita bisa melihat hamparan sawah yang hijau. Jika melihat ke arah timur, ada Gunung Lawu yang berdiri gagah. Sementara jika melihat ke arah barat, pemandangan Kota Solo cukup terlihat. Menarik bukan?

Kita juga bisa melihat langsung para penambang gamping yang bekerja dengan keras. Batuan gamping dipecah pipih seukuran 0,5 meter. Oleh penambang lalu dipikul ke Tobong pengolahan di bawah bukit.

Salah satu warga setempat, Paiman mengungkapkan, Gunung Gamping saat ini mulai ditata warga dan pemerintah desa setempat untuk dijadikan tempat wisata anyar di Karanganyar. Di sana sudah berdiri gazebo yang bisa dijadikan tempat istirahat sambil menikmati pemandangan.

Tak jauh dari lokasi, terdapat wisata religi makam Syeh Maulana Magribi. Namun makam tersebut belum bisa diakses, karena jalannya masih perbaikan.

“Yang datang ke sini dari mana-mana. Kadang juga ada KKN, ataupun pendaki yang pingin nginap di puncak,” ucapnya. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia