Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Dukungan Bacalon Masif, Bawaslu Tak Berdaya

02 Desember 2019, 07: 05: 59 WIB | editor : Perdana

PILKADA BERSIH: Ajakan menciptakan pilkada bersih dari politik uang digaungkan di area CFD, Minggu (1/12).

PILKADA BERSIH: Ajakan menciptakan pilkada bersih dari politik uang digaungkan di area CFD, Minggu (1/12). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemilihan kepada daerah (pilkada) belum dimulai, namun sudah banyak dukungan kepada bakal calon wali kota dan wakil wali kota. Baik berupa spanduk, iklan outdoor, maupun aksi komunitas di muka umum. Namun Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Surakarta belum bisa turun tangan dengan alasan terbentur aturan.

Komisioner Divisi Sengketa Bawaslu Surakarta Arif Nuryanto mengatakan, pihaknya belum bisa bertindak karena saat ini masih belum masuk masa tahapan pilkada. Bawaslu baru bisa bergerak setelah ada calon yang ditetapkan oleh komisi pemilihan umum (KPU).  Sementara saat ini masih dalam proses pendaftaran.

“Jadi selama kegiatan dukungan tersebut tidak mengganggu ketertiban masih diperbolehkan. Yang perlu menjadi catatan, saat ini penindakan seharusnya dilakukan oleh satpol PP, terutama masalah pemasangan spanduk, apakah tersebut melanggar perda atau tidak,” ujar Arif.

Sementara itu, guna mencegah adanya pelanggaran pada saat masa pilkada berlangsung, Bawaslu Surakarta menggelar sosialisasi di kawasan car free day (CFD) Minggu (1/12) kemarin. Caranya cukup unik, yaitu dengan menggunakan media kartun. Media ini dipilih Selain mudah dipahami masyarakat, gambar kartun juga efektif untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Pantauan koran ini, ada sebanyak enam poster terkait pengawasan pilkada yang dipasang di kawasan CFD Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Surakarta. “Yang diketahui masyarakat selama ini, gambar kartun kan hanya sebagai hiburan saja. Padahal, fungsinya ada banyak. Bisa untuk propaganda maupun sosialisasi. Tergantung, mau digunakan untuk apa. Lebih fleksibel dan pesan yang disampaikan lebih merasuk kepada pembacanya,” terang kartunis Jajak Ari Nugroho

Poster-poster itu sengaja dibuat dengan memuat pesan pilkada bersih dari praktik kecurangan. 

“Kartun sebagai media sosialisasi ini sangat efektif memberikan pesan bijak kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat mengerti pesan untuk menjaga pilkada bersih demi Solo lebih baik di masa mendatang,” katanya.

Ketua Bawaslu Surakarta Budi Wahyono mengatakan, pihaknya sengaja menggandeng beberapa komunitas untuk menyampaikan pesan Pilkada Solo bersih dari berbagai tindak kecurangan. Baik terselubung maupun terang-terangan. “Kami ingin, pilkada bersih dan bermartabat,” kata Budi. 

Pihaknya mengajak kepada masyarakat agar turut mengawasi penyelenggaraan pilkada.  “Keterlibatan masyarakat dalam pilkada ini sangat kami harapkan untuk mendapatkan pemimpin yang jujur dan bebas dari tindak kecurangan selama penyelenggaraan pilkada nanti,” katanya. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia