Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Cerai Tak Izin, Tiga ASN Turun Pangkat

02 Desember 2019, 09: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Cerai Tak Izin, Tiga ASN Turun Pangkat

SUKOHARJO – Kasus perceraian di kalangan aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Sukoharjo mengalami peningkatan. Dari 12 kasus tahun lalu, meningkat menjadi 17 kasus. Selain itu, tiga ASN harus menerima konsekuensi turun pangkat karena perceraian mereka tidak lapor ke atasan. 

Kapala Sub Bidang Pembinaan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo Subroto mengungkapkan, grafik perceraian ASN mengalami peningkatan. Namun sejauh ini baru 17 kasus perceraian yang telah dilaporkan dan mendapatkan izin. Sedangkan tiga kasus perceraian bermasalah dikarenakan belum mendapat izin.

”Ketika bercerai ketiganya tidak atau belum berizin. Sebab, kasusnya mereka yang digugat cerai. Dan waktu perceraiannya tahun sebelumnya yang baru ketahuan tahun ini,” terangnya Jawa Pos Radar Solo belum lama ini.

Akibatnya, ketiga ASN tersebut dijatuhi sanksi berupa hukuman disiplin penurunan pangkat setara atau lebih rendah selama tiga tahun. Dengan pertimbangan bahwa ASN tetap mempertahankan rumah tangga. Subroto mengaku dua dari ketiga kasus tersebut sudah selesai. Sedangkan satu kasus masih dalam proses perceraian.

”Ketiga kasus perceraian bermasalah tersebut dikarenakan ketiganya tidak mau konsultasi ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kalau ada konsultasi, tentu akan kami lakukan pembinaan terlebih dahulu,” terangnya.

Subroto mengaku kasus perceraian terjadi dari berbagai dinas. Penyebabnya bermacam-macam. Mulai dari cekcok suami-istri tak berkesudahan dan paling banyak karena ditinggal atau digugat pihak suami. ”Kalau masih bisa diperbaiki kenapa tidak? Yang sebelum menempuh jalur perceraian, konsultasikan dulu,” katanya.

Hakim Pengadilan Agama (PA) Sukoharjo, Ali Wododo mengaku kasus perceraian mengalami peningkatan. Dengan total kasus cerai gugat mencapai 1.026 kasus, cerai talak sebanyak 400 kasus. Sedangkan perkara yang telah diputus yakni cerai gugat sebanyak 992 kasus serta cerai talak sebanyak 373 kasus.

”Kasus perceraian di Sukoharjo dominannya disebabkan salah satu pihak meninggalkan. Dan yang kedua masalah ekonomi,” katanya.

Ali Widodo juga menerangkan sebelum kasus perceraian bergulir PA akan mencoba melakukan mediasi. Yang diharapkan bisa membatalkan perceraian. Sedangkan jika mediasi gagal maka dilanjutkan ke persidangan. (rgl/adi/bun)

Kasus Perceraian di Sukoharjo

1.026 

Kasus cerai gugat

400

Kasus cerai talak

17

Kasus perceraian ASN

Sudah Diputus Pengadilan

992

Kasus cerai gugat 

373

Kasus cerai talak

(rs/rgl/adi/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia