Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Potret Keberagamaan Bangsa di Festival Bendera

02 Desember 2019, 15: 32: 43 WIB | editor : Perdana

NASIONALISME: Anggota paskibra dan sejumlah seniman membawa sang saka merah putih di acara Festival Bendera, kemarin (1/12). Selain itu juga menampilkan bendera kerajaan Nusantara.

NASIONALISME: Anggota paskibra dan sejumlah seniman membawa sang saka merah putih di acara Festival Bendera, kemarin (1/12). Selain itu juga menampilkan bendera kerajaan Nusantara. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Festival bendera kembali digelar di Tawangmangu, kemarin (1/12). Event dua tahunan itu selalu menghadirkan pesan bermakna. Kali ini, festival bendera menampilkan bendera-bendera kerajaan nusantara hingga bendera dari negarai lain. Selain itu ada pula sang saka merah putih sepanjang 100 meter.

Bendera-bendera tersebut dikirab mulai dari SD Negeri 3 Plumbon, Tawangmangu menuju museum tanaman Rumah Atsiri Indonesia yang tak jauh dari lokasi. Bendera kerajaan nusantara yang dihadirkan seperti Kediri, Singasari, Majapahit, Sriwijaya, dan lainnya. Sementara bendera negara lain mulai dari Asia hingga Eropa.

Koordintor pelaksana Heru Mataya mengungkapkan, bendera bukan hanya sekadar kain, warna, atau tinta. Bendera secara universal bermakna identitas, kebebasan, kebanggaan, kebesaran dan peristiwa sejarah dari suatu bangsa, masyarakat, atau komunitas.

”Tema kali ini Cerita Bendera tentang Bendera. Event ini kelanjutan Festival Bendera tahun 2017 lalu di Tukdiro, Karanganyar,” kata Heru.

Heru menambahkan, bendera juga simbol pemersatu dan perekat suatu bangsa dari puncak perjalanan politik dan kulturalnya. Menghasilkan makna-makna historis pada desain visual bendera. Festival ini menjadi proses edukasi nilai-nilai interkultural atau multikultural bagi masyarakat.

”Yang paling utama adalah kembali melihat makna bendera dari keragaman dunia,” terangnya.

Tak hanya bendera, sejumlah kesenian pertunjukan dari paguyuban kesenian di Karanganyar juga ditampilkan.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Karanganyar Agus Cipto Waluyo mengapresiasi festival bendera tersebut. Dia berharap festival bendera bisa mengangkat nilai-nilai dan menyadarkan masyarakat untuk terus cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berlandaskan Pancasila.

”Kita saat ini waspada terhadap goncangan - goncangan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang mencoba mengkikis rasa kepercayaan kita terhadap NKRI. Merah puith harus kita tegakan sekarang. Media sosial juga sangat berpengaruh,” jelas Agus. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia