Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

Warga Desa Pendem Bentuk Bummas, Keuntungan Untuk Sosial

02 Desember 2019, 15: 40: 47 WIB | editor : Perdana

DIKEMBANGKAN: Nelawan WKO Desa Pendem, Sumberlawang didorong ikut bummas.

DIKEMBANGKAN: Nelawan WKO Desa Pendem, Sumberlawang didorong ikut bummas. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Kesadaran masyarakat Desa Pendem, Sumberlawang untuk meningkatkan taraf ekonomi warga patut diapresiasi. Salah satu upayanya dengan menghimpun nelayan Waduk Kedung Ombo (WKO) membentuk Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMAS). Bahkan sebagian hasil keuntungan dialokasikan untuk pendidikan.

Ketua Bummas Putra Samudra, Desa Pendem Budi Utomo mengklaim bummas asal desa Pendem ini pertama di Kabupaten Sragen. Bergerak untuk mendongkrak kesejahteraan ekonomi warga setempat. Tidak dipungkiri secara ekonomi ketimpangan di wilayah utara Bengawan memang cukup tinggi.

Budi menyampaikan bummas memaksimalkan potensi di Desa Pendem, yakni WKO. Lantas sejumlah nelayan WKO asal desa Pendem dihimpun dan dibina untuk budidaya ikan nila. Sebagian keuntungannya akan digunakan untuk kegiatan sosial pembangunan desa.

”Kita sisakan 10-15 persen keuntungan untuk sosial. Ya untuk fakir miskin, yatim piatu dan faktor penunjang pendidikan di desa kami,” terang Budi Kemarin (1/12).

Dia menyampaikan sudah merangkul karang taruna desa setempat untuk membentuk bimbingan belajar (Bimbel). Anak-anak di desa setempat digratiskan belajar di bimbel yang dibentuk. Lantas biaya operasional diambil dari dana sosial bummas Putra Samudra.

Sekretaris Desa (Sekdes) Pendem Joko Marwanto menjelaskan, saat ini ada tujuh orang pengurus bummas yang juga para nelayan WKO. Program pengelolaan bummas ini tidak bertabrakan dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Karena bummas lebih pada budidaya agrobisnis ikan nila. Sedangkan Bumdes Pendem pada sektor perdagangan umum.

Terbentuknya bummas di Desa Pendem juga mendapat dorongan dari lembaga zakat. Tidak hanya membantu keuangan, namun juga dibimbing dan mendapat dukungan.

”Termasuk dibantu permodalannya, pemasaran hasil produksi kami nilai sangat baik karena kebutuhan ikan cukup banyak,” terang Joko. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia