Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo
Perkelahian Berujung Maut di Ruko Solo Baru

Di Dalam Ruko, 7 Pegawai Dikejar & Dipukuli Kelompok Orang Tak Dikenal

02 Desember 2019, 19: 50: 49 WIB | editor : Perdana

Korban pengeroyokan ruko Solo Baru masih dirawat intensif di rumah sakit

Korban pengeroyokan ruko Solo Baru masih dirawat intensif di rumah sakit (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Peristiwa perkelahian berujung maut yang terjadi di rumah toko (ruko) HA 19 Madegondo, Solo Baru pada Minggu (1/12) dini hari juga mengakibatkan dua korban luka serius. Mereka masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Indriati Solo Baru. Sementara satu orang korban meninggal KW alias Kevin telah dipulangkan ke kampung halaman dan dimakamkan.

Saat kejadian, ada tujuh pegawai yang berada di dalam ruko. Yakni AM, AW, W, D, J, FK, dan KW. Empat orang di antaranya berasal dari luar kota yang tengah mengirim dagangan ke gudang tersebut.

Salah seorang korban berinisial AM mengatakan, malam itu dia bersama rekannya memang mengantarkan barang ke gudang. Lalu, AM bersama enam pegawai lain beristirahat di ruko tersebut. Saat istirahat itu, mereka mendengar suara cekcok antara seorang pria dan perempuan di luar tempat hiburan tidak jauh dari ruko. 

"Cekcok itu terjadi di depan tempat hiburan. Saya yang tidur sampai terbangun. Lalu anak-anak pada turun buka pintu. Ternyata yang perempuan itu sembunyi di mobil yang terletak di samping kiri ruko," kata AM, Senin (2/11)

Perempuan tersebut mengaku dipukuli dan bersembunyi. Kemudian, si pria yang belum diketahui identitasnya itu mencari-cari si perempuan di sekitar ruko gudang. Karena merasa terganggu, salah satu rekannya AM, AW menegur si pria.

"Teman saya itu bilang ke orangnya ‘Mas, jangan ribut, saya warga jadi terganggu.’ Tapi tiba-tiba segerombolan orang datang dan langsung memukuli teman saya," ujar AM.

AM mengaku ada sekitar 10 orang yang mengeroyok AW. FK datang menolong AW. Namun, dia juga ikut dikeroyok. AW masuk ke dalam untuk menyelamatkan diri. Sayangnya, para pelaku mengejar masuk ke dalam ruko dan kembali memukuli AW. Sementara pegawai lain yang berniat menolong juga kena pukul.

Mengetahui hal tersebut, D dan W berhasil berlari keluar menuju Polsek Grogol yang tak jauh dari lokasi. Sementara kelima pegawai lain berlindung di dalam ruko. Ketika mengetahui AW dipukuli, sang adik KW berniat melerai perkelahian. Sialnya KW justru menjadi sasaran pukulan.

"Setelah kami berempat (AM, AW, J, FK, Red) dipukuli, kami lantas naik ke atas. Sedangkan KW di lantai I masih dipukul. Dari luar, jendela kaca lantai II dilempari batu dan besi panjang," imbuh AM.

Setelah dirasa kondisi mereda, AM dan lainnya berniat membawa KW ke rumah sakit. Sebab, kondisi KW sudah mengeluarkan banyak darah akibat robekan di bagian leher belakang. Namun, ketika mereka turun di lantai I, para pelaku ternyata masih di tempat.

Mereka kemudian mengejar para korban sampai ke lantai II dan memukuli. Kebingungan menyelamatkan diri, J, AW, dan FK nekat melompat ke ruko sebelah dan memecahkan kaca jendela. Sementara AM meloncat dari lantai II dan berlari ke Polsek Grogol

"Setahu saya mereka tidak membawa senjata. Meski teman saya ada yang lihat mereka ada yang membawa besi panjang. Di situ saya sudah pasrah. Saya harus loncat keluar dari lantai II. Perkara nanti mati atau tidak. Saya langsung lari ke Polsek Grogol. Sampai di polres, saya ceritakan kalau KW luka parah. Tapi saya belum diperbolehkan kembali ke sana," ungkap AM.

Kondisi AM sendiri bersimbah darah akibat luka sayatan di pelipis kiri dan robekan di lengan kiri. Tak berselang lama, AM dan aparat Polsek Grogol mendatangi lokasi kejadian. Dan ternyata para pelaku masih ada di dalam ruko. 

Menurut AM, pihak kepolisian kemudian memberikan tembakan peringatan. Sehingga para pelaku langsung membubarkan diri

"Sesampai di sana kondisi KW masih di posisi yang sama di lantai I. Sudah dingin badannya. Lalu kami dibawa ke RS Indriati. Ketika diperiksa, KW sudah meninggal," terang AM.

Akibat pengeroyokan tersebut, FK dan J harus menjalani rawat inap. FK mengalami memar bagian perut dan lengan kanan, sedangkan J patah jari tangan dan pergelangan tangan kiri robek. 

"Sekarang KW sudah dibawa ke rumah duka dan sudah dimakamkan. Kami hanya berharap pelaku bisa ditangkap dan diadili. Kita korban ya minta hukuman setimpal," katanya.

Ketujuh pegawai gudang makanan ringan tersebut merupakan warga dari Malang, Jawa Timur dan Gunung Kidul, Jogja. Mereka bekerja menyetorkan makanan ringan ke berbagai wilayah, termasuk Sukoharjo. AM berharap mereka mendapat perlindungan. Sebab mereka merupakan pendatang dari daerah lain. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia