Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Masyarakat Kecewa Tarif KA Pengganti Kalijaga Lebih Mahal 5 Kali Lipat

02 Desember 2019, 20: 11: 25 WIB | editor : Perdana

Kereta Api Kalijaga jurusan Solo-Semarang PP kini tak lagi beroperasi

Kereta Api Kalijaga jurusan Solo-Semarang PP kini tak lagi beroperasi (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Kereta Api (KA) Kalijaga resmi tak beroperasi lagi per Minggu (1/12). Masyarakat yang menjadi pelanggan setia kereta bersubsidi dengan tarif tiket Rp 10 ribu pun mengungkapkan kekecewaan mereka. Pasalnya, tarif KA Joglosemarkerto yang menjadi pengganti KA Kalijaga lebih mahal hingga lima kali lipat.

Seperti yang diungkapkan Danang Subagyo, 45, salah seorang pedagang Pasar Klewer. Dia mengaku kaget saat memesan tiket di Stasiun Tawang, Semarang. Sebab, penjaga loket mengatakan kalau KA Kalijaga sudah tidak lagi beroprasi.

"Saya kira habis, ternyata memang sudah tidak lagi beroprasi. Terpaksa tadi naik Joglosemarkerto. Harganya cukup mahal memang, Rp 50 ribu. Tapi mau bagaimana lagi, baru tahu tadi pas mau berangkat," ujar Danang saat ditemui Jawa Pos Radar Solo usai turun dari KA Joglosemarkerto, Senin (2/12).

Dengan tarif kereta pengganti yang lebih mahal, Danang mengatakan, ke depan kemungkinan akan beralih menggunakan bus. "Dulu mikirnya naik kereta karena lebih murah dan cepat. Kemungkinan setelah ini naik bus saja. Tidak apa-apa lebih lama perjalannya, nanti berangkatnya lebih pagi, karena saya bolak-balik Semarang-Solo setiap hari," urai Danang.

Berhentinya KA Kalijaga dibenarkan oleh Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) VI Jogja Eko Budianto. "Ya benar, mulai Minggu kemarin (1/12), KA Kalijaga resmi berhenti beroperasi," ujar Eko.

Pemberhentian operasional kereta itu berdasarkan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) 2019 dengan dasar Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1781 Tahun 2019. Berdasarkan Gapeka tersebut KA Kalijaga tidak masuk dalam rencana PT KAI untuk dipertahankan. 

"Penetapan Gapeka 2019 ini untuk menggantikan Gapeka 2017 yang sebelumnya digunakan oleh KAI," ungkap Eko.

KA kalijaga merupakan kereta api subsidi dan statusnya penugasan dari pemerintah pusat. "Bisa dikatakan PT KAI mencabut subsidi operasional KA Kalijaga. Selama ini KA Kalijaga beroperasi dengan tarif Rp 10 ribu merupakan hasil subsidi," pungkas Eko. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia