Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Dilirik Persis, Kito Pilih Bertahan ke Persita

03 Desember 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Chandra Waskito (kaus kaki merah) saat bergabung dengan Persis Solo di musim 2018

Chandra Waskito (kaus kaki merah) saat bergabung dengan Persis Solo di musim 2018 (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO – Nama Chandra Waskito jadi buah bibir. Dia ikut membawa Persita Tangerang promosi ke Liga 1 2020. Dua musim bergabung dengan Laskar Pendekar Cisadane, dia sukses menunjukkan kualitasnya. 

”Ini memang jadi pencapaian terbaik saya. Ini semua hasil kerja keras seluruh pemain dan tim kepelatihan di tim ini,” terang pria yang akrab disapa Kito tersebut kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin. 

Dia gabung ke Persita di pertengahan musim 2018, setelah di putaran pertama Liga 2 2018 dia jarang mendapat kepercayaan besar untuk turun ke lapangan. Keputusannya memang tepat, di pekan pertamanya, dia hampir bisa membawa tim ini promosi. Sayang Persita kalah dalam perebutan juara ketiga. Musim 2019, tim asal Banten tersebut berbenah. Kito tetap jadi pilihan utama. 

Pelan tapi pasti, Kito sukses unjuk gigi. Hingga akhirnya musim 2019 ini Persita finish di posisi runner up, usai kalah di partai final atas Persik Kediri (2-3). “Persita sukses promosi dan tentu harapan terbesar saya ingin sekali main di Liga 1. Rencananya pertengahan Desember ini tim kembali berlatih dan beberapa pemain musim lalu akan kembali bergabung,” ujarnya.

Kesuksesan Kito di Persita telah melambungkan namanya. Terbukti, banyak klub yang meliriknya. Salah satunya adalah Persis Solo, kota kelahirannya. ”Kemarin manajer tim Persis sempat menempel saya untuk bergabung, tapi belum saya jawab. Saya tentu inginnya tetap bertahan di Persita,” tegasnya.

Selama di Persita, Kito memang dapat banyak jam bertanding. Sangat jauh jika dibandingkan selama beberapa musim di Persis (2013-2015, dan 2018), dia lebih akrab dengan bangku cadangan. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia