Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Langkah Persebi Terhenti Karena Kalah Adu Penalti

03 Desember 2019, 07: 25: 59 WIB | editor : Perdana

Skuad Persebi Boyolali yang terjun di ajang Liga 3 2019 musim ini.

Skuad Persebi Boyolali yang terjun di ajang Liga 3 2019 musim ini. (PERSEBI FOR RADAR SOLO)

Share this      

TEGAL – Persebi Boyolali harus puas langkahnya terhenti di babak playoff Liga 3 2019 Regional Jawa. Mimpi mereka untuk promosi ke Liga 2 2020 maupun menuju ke babak nasional Liga 3 2019 gagal kesampaian.

”Kami minta maaf atas kegagalan ini. Semua adik-adik (pemain Persebi) sudah berjuang di lapangan sekuat tenaga,” terang Pelatih Persebi Ahmad Sukisno kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Kemarin (2/12), Persebi kalah adu penalti dari Persekat Tegal di Stadion Yos Sudarso, Kota Tegal. Persebi datang ke Kota Bahari dengan modal hasil seri 1-1 pada leg pertama di Stadion Pandan Arang yang digelar pekan lalu. 

Di leg kedua, kedua tim sama-sama ngotot untuk menang. Pertandingan memang berjalan cukup panas. Sempat ada gesekan. Di menit ke-14’, ada keributan antarpemain. Yang meluas ke beberapa pemain lainnya yang ikut jadi starter maupun yang jadi cadangan. Laga sempat terhenti sekitar tujuh menit, hingga akhirnya wasit kembali meneruskan. Itu pun sebelumnya dia memberikan kartu merah untuk satu pemain Persebi dan satu ke pemain Persekat, yang dianggap jadi pemicu gesekan tersebut.

Dalam 90 menit berjalan, kedua tim ternyata bermain imbang 1-1. Persekat lebih dulu cetak gol di menit ke-44’, yang akhirnya di babak kedua  Persebi sukses membalasnya, lewat tendangan keras Ricky Junian di menit ke-56’.

”Karena kejadian ribut di awal pertandingan itu, pemain kita Hafidz bocor dan tak bisa meneruskan pertandingan. Soal kejadian itu (keributan antarpemain), tak terlalu membuat pemain kita tertekan. Kita malah main fight sepanjang laga, dengan situasi stadion dalam kondisi penuh dengan suporter lawan,” terangnya. 

Skor 1-1 harus berakhir dan harus dilanjutkan dengan drama adu tendangan penalti. Agus yang jadi penendang pertama Persebi gagal karena tendangannya berhasil ditepis. Tiga penendang Persebi lainnya yang berhasil masuk ternyata tak bisa membantu. Baik itu dari sumbangan gol penalti Gilang, Ricky Junian, dan Sidang.  Persekat menang adu penalti 5-3 setelah lima penendang mereka bisa menembus gawang Persebi. 

Sementara itu, klub Liga 3 milik owner Persis Solo Vijaya Fitriyasa, yakni Jakarta United tengah harap-harap cemas. Mereka akan akan menjalani laga hidup mati di babak playoff Liga 3 2019 Regional Jawa.

Di leg pertama mereka tumbang dengan skor telak 0-6 dari klub PSIL Lumajang. Jelang pertemuan kedua sore ini (3/12), mau tak mau mereka harus menang dengan selisih gol lebih dari setengah lusin. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia