Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Wali Kota Kukuh SMPN 3 Bedol Desa

03 Desember 2019, 14: 51: 03 WIB | editor : Perdana

Wali Kota Kukuh SMPN 3 Bedol Desa

SOLO – Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo memastikan tetap melakukan boyongan seluruh murid SMPN 3 Surakarta dari Timuran, Kecamatan Banjarsari ke Karangasem, Kecamatan Laweyan.

Sementara itu, orang tua maupun wali murid membuat petisi agar pemkot mengurungkan niatnya melakukan pindahan dengan cara bedol desa. 

Ada sejumlah alasan yang membuat Wali Kota Rudy kukuh memboyong salah satu SMP favorit tersebut. Pertama, dia ingin melakukan pemerataan pendidikan. Sebab selama ini Kecamatan Laweyan tidak memiliki sekolah SMP negeri. 

Di sisi lain, lokasi SMPN 3 saat ini berdampingan dengan SMPN 10 dan SMPN 5 sebelum diboyong ke Mojosongo. "Selanjutnya, anak-anak itu senang di lokasi lain. Anak-anak di sana bisa ngguya-ngguyu (tertawa) bahagia sekali. Lha malah orang tuanya menolak. Yang sekolah itu anaknya apa orang tuanya?," kata Rudy, Senin (2/12). 

Pemkot, kata Rudy, juga telah mengantisipasi kepindahan tersebut dengan memasukkan SMPN 3 dalam zonasi Laweyan pada penerimaan peserta didik 2019. Ihwal boyongan yang melibatkan kelas VIII dan IX, wali kota memastikan itu menjadi solusi terbaik.

“Melihat boyongan yang dilakukan SMP 5 kemarin itu kasihan guru dan muridnya. Harus ngurus sekolah di dua lokasi. Kalau sekali boyongan langsung semua kan administrasi mudah, guru juga mudah, alat-alat sekolah, laboratorium juga bisa diangkut dan digunakan. Lebih efektif," tandasnya.

Di lain sisi, wali murid membuat petisi agar pemindahan murid SMPN dikaji lebih mendalam. Selama dua hari, sedikitnya 50 wali murid bergabung membuat petisi penolakan. ”Kami minta wacana ditinjau. Minimal yang dipindahkan murid baru," terang salah seorang wali murid Ook Santosa.

Wali murid kelas IX tersebut mengutarakan keberatannya. Sebab, saat ini anaknya sudah kelas IX. Artinya tinggal empat bulan untuk pembelajaran efektif di sekolah menjelang persiapan ujian.

”Kalau harus pindah sekolah kan adaptasi di tempat baru, kasihan mereka. Apalagi saat ini mereka harus mempersiapkan ujian dan persiapan mencari sekolah baru,” ucapnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia