Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Empat EWS di Dua Kecamatan Rusak 

03 Desember 2019, 15: 10: 42 WIB | editor : Perdana

ANTISIPASI: Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar memantau lokasi rawan longsor di Karangpandan.

ANTISIPASI: Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar memantau lokasi rawan longsor di Karangpandan. (RIAN AGUSTIONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Empat alat early warning sistem (sistem peringatan dini) tanah longsor di Kecamatan Ngargoyoso dan Kecamatan Tawangmangu, rusak. Kondisi itu dikhawatirkan dapat mengganggu proses pemantauan tanah gerak di lokasi tersebut. Mengingat saat ini memasuki musim penghujan.

EWS tersebut dipasang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar. Untuk bisa lebih mengoptimalkan penanganan bencana, BPBD berencana memperbarui EWS rusak tersebut tahun depan.

”Kondisinya ada yang masih bagus, ada yang sudah rusak. Tahun depan kita perbarui lagi,” jelas Kepala Pelaksana Harian BPBD, Bambang Djatmiko. 

Dijelaskan, tahun ini BPBD mendapat dukungan dari UNS dalam hal pemasangan EWS. Alat tersebut sangat membantu masyarakat. Tahun depan BPBD akan menambah dua EWS. Lokasi yang akan dipasang masih menunggu hasil pemantauan di lapangan.

”Kita belum tahu (lokasi pemasangan,Red), relawan nanti yang memberikan masukan. Bisa saja di Ngargoyoso, Jenawi, ataupun Jatiyoso,” bebernya.

Sekretaris BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno menambahkan, sebanyak 101 EWS sudah dipasang di tujuh kecamatan. Yakni Tawangmangu, Matesih , Karangpandan, Jenawi, Matesih, Ngargoyoso, Jatiyoso dan Kerjo. Pemasangan dilakukan di tanah gerak yang rawan terjadi longsor. (rm1/adi

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia