Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Mabuk, Ngebut, Masuk Parit, Satu Tewas, Tiga Luka

03 Desember 2019, 15: 22: 38 WIB | editor : Perdana

NAHAS: Evakuasi bangkai kendaraan Kia Pincanto usai tercebur ke parit di jalan Matesih – Karanganyar kemarin (2/12).

NAHAS: Evakuasi bangkai kendaraan Kia Pincanto usai tercebur ke parit di jalan Matesih – Karanganyar kemarin (2/12). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Kecelakaan maut terjadi di jalan Matesih – Karanganyar, Dusun Klumpit, Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Minggu malam (1/12) malam pukul 22.30. Mobil Kia Picanto hitam nomor polisi H 8655 AZ terperosok ke dalam parit sedalam 1,5 meter. Akibatnya, seorang penumpang yang diketahui staf Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat, meninggal.

Mobil dikemudikan Budi Handoko 21, warga Desa Koripan, Matesih. Beserta tiga penumpang, yakni Jatu Intan 22, Sri Kastini 21, dan Artish Nana Fitriani 22 yang tak lain masih bertetangga dengan Budi. Informasi yang dihimpun, kecelakaan tunggal bermula saat mobil Picanto melaju kencang dari arah Matesih menuju Karanganyar. Karena kondisi gelap dan cuaca hujan, mobil Picanto tiba-tiba menerobos jalur berlawanan arah, menabrak pembatas jalan, lalu terperosok ke parit. 

Akibatnya, Artish Nana Fitriani tewas karena luka berat. Saat kejadian, korban duduk di samping sopir. Sedangkan pengemudi dan dua penumpang lainnya luka berat dan mendapat perawatan di rumah sakit. Kondisi mobil bagian depan rusak parah.

”Posisi pengemudi dan penumpang saat dibawa ke rumah sakit masih sadar. Sedangkan satu korban meninggal saat dalam perjalanan,” ucap Yudi salah seorang anggota polsek setempat.

Dari hasil penyelidikan, Budi megakui sebelumnya sempat menenggak minuman keras di rumahnya sendiri sekitar pukul 19.00. Kemudian diajak temannya mencari makan di Kota Karanganyar.

”Iya ngakunya sempat minum vodka,” imbuhnya.

Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Dewi Endah Utami, melalui Kanit Laka Iptu Sutarno membenarkan kecelakaan tersebut. Terkait dugaan pengemudi mabuk, Sutarno mengaku masih melakukan penyelidikan dan mencari barang bukti.

”Posisi saat ini pengemudi masih menjalani perawatan, dan belum kita mintai keterangan apakah yang bersangkutan itu sebelumnya mengkonsumsi miras atau tidak. Barang bukti saat ini juga masih kita lakukan pencarian,” terang kanit laka.

Bendahara DPC Partai Demokrat Karanganyar Supriyanto membenarkan jika korban meninggal salah satu kadernya sekaligus staf DPC. Saat ini almarhumah disemayamkan di Boyolali, tempat kelahirannya.

”Iya mas, ini baru pulang dari takziah, almarhumah dimakamkan di Boyolali,” jelas Supriyanto. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia