Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Nekat Lompat dari Lantai 2 untuk Buru Pencuri Motor, Kaki Malah Patah

04 Desember 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Di area kos Pucangan, Kartasura, sepeda motor milik Adiyatma raib digondol maling

Di area kos Pucangan, Kartasura, sepeda motor milik Adiyatma raib digondol maling (RAGIL LISTIYO/RADAR SOL)

Share this      

SUKOHARJO – Nasib sial dialami Muhammad Adiyatma Zulkarnaen. Berniat mengunjungi teman di kos, sepeda motornya malah raib digondol maling. Karena panik Adi nekat melompat dari lantai dua untuk mengejar pelaku. Alhasil, Adi mengalami patah tulang paha kaki kiri dan punggung tangan kiri.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo pencurian terjadi sekitar pukul 18.00. Ada tiga motor yang terparkir di luar gerbang kos yang terletak di Gang Bima No 20 Desa Pucangan, Kartasura. Kondisi sekitar lokasi memang sepi. Saat itu dua orang yang mengendarai motor berhenti di sekitar kos.

Salah satu pelaku langsung menaiki Honda Beat berwarna hitam milik Adiyatma. Dan mencoba membajak motor itu. Setelah berhasil keduanya membawa kabur motor korban ke arah selatan. Penghuni kos Afrizal Triyantama mengaku korban mampir ke kosnya. Kemudian bermain game online bersama Afrizal dan penghuni kos lain bernama Burhan. Mereka bermain di lantai dua kos yang menghadap ke timur tersebut. Setelah memenangkan satu permainan korban mendengar bunyi motor.

“Adi langsung teriak kalau itu motornya. Dan dia mencoba mengejar. Awalnya lewat tangga kos, namun balik lagi ke lantai dua dan melompat keluar jendela,” terangnya pada Selasa (3/11).

Adiyatma yang panik nekat melompat dari jendela lantai dua yang tingginya sekitar tiga meter. Dia bersama Afrizal kemudian berusaha mengejar pelaku. Namun, baru sampai di depan Markas Kopassus, Kartasura Adiyatma mengeluhkan sakit pada bagian kaki dan tangan kiri.

“Kami langsung membawa Adi ke Rumah Sakit Karima, Kartasura. Adi mengalami patah tulang paha kiri dan tulang punggung tangan kiri. Rencananya nanti malam dioperasi,” katanya.

Afrizal bersama Burhan kemudian melapor ke Polsek Kartasura. Sebelumnya kejadian pencurian sepeda motor (curanmor) juga terjadi di kos tersebut. Tahun lalu dua motor baru berhasil digasak maling. Kos sendiri juga tidak dilengkapi dengan closed circuit television (CCTV).

Kapolsek Kartasura AKP Dani Permana Putra membenarkan kasus curanmor di kos mahasiswa tersebut. Namun, pelaporan harus dilakukan oleh korban untuk mengetahui kronologi kejadian. Kini pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Temannya sudah laporan ke sini (polsek) dan langsung kami lakukan olah TKP. Saat ini korban yang terluka sudah di bawa ke RS Karima," katanya.

Pihaknya masih menunggu laporan resmi dari korban agar bisa membuatkan surat laporan pencurian yang diberikan ke leasing motor. Sebab, kondisi motor memang masih baru. AKP Dani mengatakan, posisi motor korban memang diparkir di luar gerbang kos.

Kasus curanmor memang sering terjadi di area kos. Dari November setidaknya tiga kasus curanmor terjadi di area kampus Kartasura. Kasus curanmor sendiri didominasi oleh mahasiswa yang teledor dalam menaruh sepeda motornya.

Kapolsek mengaku telah memetakan daerah rawan pencurian. Seperti di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Jalan Menco, Gonilan dan Pabelan. Juga kos-kos di daerah kampus IAIN Surakarta. “Kami sering melakukan penjagaan terutama di lokasi game online dan tempat makan,” ungkapnya. (rgl/bun)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia