Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo
Hari Disabilitas Internasional

Serunya Balap Kursi Roda, Harunya Bagi-Bagi Bingkisan Karya Difabel

04 Desember 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Komunitas Self Help Group (SHG) Kota Surakarta bagikan bingkisan ke pengguna Jalan Bhayangkara di Hari Disabilitas Internasional, Selasa (3/12)

Komunitas Self Help Group (SHG) Kota Surakarta bagikan bingkisan ke pengguna Jalan Bhayangkara di Hari Disabilitas Internasional, Selasa (3/12) (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Hari Disabilitas Internasional diperingati dengan ragam acara. Mulai lomba balap hingga atraksi kursi roda. Semua tampak gembira dan menikmati momen spesial ini.

Suasana Sekolah Luar Biasa (SLB) YPAC kemarin lebih tenang dari hari biasanya. Ini merupakan hari kedua ujian tengah semester yang harus ditempuh para siswa. Uniknya, suasana senyap itu berubah riuh ketika bel tanda pulang sekolah berbunyi. Para siswa yang tadinya fokus mengerjakan soal ujian masing-masing kini bersenda gurau dengan teman-temannya yang lain dalam berbagai lomba yang dihelat di sekolah setempat. “Senang karena habis seharian mengerjakan tes,” ujar Awang Sabdo Widi, 23, siswa sekolah setempat.

Siswa kelas X SMA YPAC ini mengaku senang mengikuti rangkaian acara yang dihelat bertepatan dengan hari disabilitas ini. Dia berharap perhatian pemerintah bisa lebih tinggi kepada penyandang disabilitas seperti dirinya. “Terutama dalam pengembangan minat dan bakat,” ujar atlet Bocia 2018 itu.

Usai lomba balap kursi, para siswa juga melakukan atraksi kursi roda. Mereka melakukan berbagai trik menarik, seperti berputar di atas kursi roda balap dan lainnya. “Penginnya bisa terus berkontribusi dalam berbagai ajang. Khususnya dalam hal olahraga,” sambung Rio Bagas Prakoso, 17, juara balap kursi roda Jateng ini.

Kepala SLB YPAC Surakarta Karsono mengungkapkan, sekolah sengaja mengajak setia siswa dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh kemarin (3/12). Meski sedang menjalankan tes tengah semester, kegiatan ini perlu dilakukan agar para siswa selalu ingat dengan hari khusus seperti ini. “Kami harap pada peringatan ini perhatian pemerintah bisa lebih tinggi akan penyandang disabilitas. Khususnya soal aksesibilitas,” ujarnya.

Tak jauh dari YPAC Surakarta, sejumlah penyandang disabilitas dari Komunitas Self Help Group (SHG) Kota Surakarta membagikan sejumlah bingkisan pada pengguna jalan di sudut simpang tiga Bhayangkara, Sriwedari. Mereka berharap sigma buruk penyandang disabilitas di masyarakat bisa terkikis lewat peran aktif penyandang disabilitas di tengah masyarakat. “Ada 200 sarung handphone dan 400 bingkisan makanan yang kami bagikan. Harapannya pandangan miring akan penyandang disabilitas bisa hilang. Dan keberadaan kami bisa lebih memiliki nilai di tengah masyarakat,” tutur Ketua SHG Solo Didit. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia