Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Kades Petahana Gedaren Ditahan, Terlibat Penyelewengan APBDes 2018

04 Desember 2019, 10: 45: 59 WIB | editor : Perdana

Kasi Pidsus Kejari Klaten Ginanjar Damar Pamenang

Kasi Pidsus Kejari Klaten Ginanjar Damar Pamenang (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Kepala Desa (Kades) Gedaren, Kecamatan Jatinom Sri Waluya resmi ditahan di Lapas Kelas IIB Klaten, kemarin sore pukul 15.00. Kades terpilih dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahap III, 9 Oktober lalu ini ditahan setelah melalui proses penyidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten dari pukul 10.00-14.00.

Sri Waluya ditetapkan sebagai tersangka pada 30 Oktober kemarin. Atas dugaan penyalahgunaan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) 2018. Total kerugian negara akibat perbuatanya yakni Rp 200 juta. Sebelumnya, kejari juga telah meminta keterangan terhadap 15 saksi terkait kasus tersebut.

“Ya benar, sudah dilakukan penahanan oleh penyidik di Lapas IIB Klaten tadi sore (kemarin). Penahanan dilakukan setelah pemeriksaan terhadap tersangka,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten Edi Utama melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Ginanjar Damar Pamenang.

Ada sejumlah alasan yang mendasari penahanan Sri Waluya. Alasan objektifnya, karena ancaman pidana di atas lima tahun. Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo pasal 3 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Selain itu, jabatannya sebagai kades ikut bertanggungjawab terkait pengelolaan keuangan desa.

“Ada pun alasan subjektif sehingga perlu dilakukan penahanan, karena dikhawatirkan tersangka melarikan diri. Termasuk mengulangi perbuatannya lagi dan menghilangkan barang bukti,” tandas Ginanjar.

Sebagai informasi, Sri Waluya merupakan kades petahana yang ikut dalam pilkades gelombang III lalu. Dia kembali terpilih setelah meraih 999 suara sah. Mengungguli dua calon kades pesaingnya, yakni Suryo Wibowo (960 suara) dan Dwi Purwanto (53). (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia