Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali

BPBD: Sembarangan Pangkas Dahan Bisa Membahayakan

04 Desember 2019, 14: 43: 20 WIB | editor : Perdana

RIMBUN: Petugas memangkas dahan pohon guna mengurangi risiko tumbang ketika tertiup angin.

RIMBUN: Petugas memangkas dahan pohon guna mengurangi risiko tumbang ketika tertiup angin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sudah tak terhitung kasus pohon tumbang selama musim pancaroba ini. Mengantisipasi munculnya korban dan kerusakan sarana prasarana, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta melakukan penyisiran guna menebang pohon rawan tumbang. 

Kabid Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta Luluk Nurhayati mengatakan, pihaknya telah menebang sejumlah pohon rawan tumbang di sejumlah titik jalan. Penebangan dilakukan karena pohon dalam kondisi tidak sehat dan keropos pada bagian batang utamanya.

"Ada laporan warga khawatir dengan kondisi pohon di lingkungan mereka. Setelah ada laporan itu tim melakukan pengecekan soal struktur pohon dan kekuatan akar. Hasilnya, memang tidak sehat dan dinyatakan sudah mati. Makanya langsung ditebang," bebernya, Selasa (3/12).

Selain penebangan pohon, pemkot rutin menggelar pemangkasan dahan. Menyasar ratusan pohom besar antara lain di Jalan Adi Sucipto,  dan Jalan Slamet Riyadi.

"Pohon yang terlalu rimbun bebannya makin besar saat tersapu angin. Makanya dirempel biar lebih aman," kata Luluk.

Terbaru, pemangkasan dilakukan di Jalan Dr. Supomo dan Jalan R.M. Said melibatkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB), pemadam kebakaran (damkar), dan relawan terkait. 

Target pemangkasan berikutnya di Jalan Sultan Syahrir dan Jalan M.T. Haryono. "Kadang pohon yang mengganggu jaringan listril dipangkas, tapi kurang proporsional, sehingga dahan pohon berat sebelah. Ini membahayakan. Fokus utama membenahi itu dulu," tegas dia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta Eko Prajudhy Noor Aly mengatakan, personel BPBD telah disiagakan agar lebih sigap menghadapai potensi bencana pada musim pancaroba. Termasuk antisipasi maupun evakuasi pohon tumbang. "Warga yang khawatir dengan keberadaan pohon di lingkungannya, jangan memangkas pohon sendirian. Upayakan hubungi petugas (DLH/damkar/BPBD). Sebab, pemangkasan ada teknisnya. Jangan sampai setelah dipanggkas pohon jadi malah membahayakan," terangnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia