Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Antisipasi Lonjakan Penumpang di Nataru, KAI Tambah Empat Trainset

04 Desember 2019, 14: 56: 14 WIB | editor : Perdana

TIKET NAIK: Rangkaian KA keluar dari Stasiun Solo Balapan.

TIKET NAIK: Rangkaian KA keluar dari Stasiun Solo Balapan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), berbagai persiapan dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Mengantisipasi lonjakan penumpang, Stasiun Solo Balapan menambah empat rangkaian kereta api (trainset). Yakni Kereta Api (KA) Argo Lawu, Dwipangga, Lodaya Pagi, dan Lodaya Malam. KA tambahan tersebut mulai beroperasi 20 Desember hingga 5 Januari 2020.

Kepala Stasiun Solo Balapan Suharyanto menjelaskan, keberadaan Tol Trans Jawa mulai diminati para pemudik. Baik saat momen Lebaran maupun Nataru. Namun, berkaca pada pengalaman sebelumnya, lonjakan penumpang KA sering terjadi saat momen Nataru. 

“KA Argo Lawu dan Argo Dwipangga pengoperasiannya fakultatif. Nataru tahun lalu kedua KA itu jalan semua,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (3/12).

Suharyanto mengaku animo penumpang KA tidak banyak berubah. Kendati semikian, dia memastikan ketersediaan tiket hingga 25 Desember masih cukup banyak. Tersisa sekitar 50 persen.

“Sampai kemarin masih masa transisi grafik perjalanan KA (gapeka). Kami masih memantau pola operasinya. Jadi belum begitu fokus ke Nataru. Tapi masih banyak tiket. Mungkin karena pemberlakuan grafik baru itu,” bebernya.

Sementara itu, tarif tiket mengalami kenaikan sampai batas atas. Ambil contoh KA Argo Wilis dan Turangga. Harga tiket sudah menyentuh Rp 600 ribu per orang. Sedangkan harga tiket KA Argo Dwipangga sekitar Rp 550 ribu.

“Kalau untuk tahun baru belum kelihatan kenaikannya. Kan masih Januari. Mungkin sekitar 2 Januari 2020 baru bisa. Itu berlaku untuk semua KA,” imbuhnya.

Terkait pengamanan, Suharyanto menyebut sudah ada penambahan personel. Namun belum menyebut berapa jumlahnya. “Karena biasanya dari jajaran pengamanan sudah ada koordinasi sendiri terkait jumlah personel. Kami belum dapat informasinya,” jelasnya. (aya/fer)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia