Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

Sarang Tawon Ndas Bergeser ke Utara Bengawan 

04 Desember 2019, 15: 03: 24 WIB | editor : Perdana

BERBAHAYA: Warga dibantu petugas mengevakuasi sarang tawon vespa affinis.

BERBAHAYA: Warga dibantu petugas mengevakuasi sarang tawon vespa affinis. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Tidak hanya di Klaten, tawon jenis vespa affinis merajalela di sejumlah desa Bumi Sukowati. Dalam setahun terakhir, sedikitnya 500 sarang tawon ndas dimusnahkan.

Sarang tawon yang sengatannya mematikan itu terlihad di rumah Gladrah, 65, warga Dusun Kedunguter, Desa Soko, Kecamatan Miri. Sudah kali kedua sarang tawon ndas muncul di rumah lanjut usia itu. ”Setiap hari, ukuran sarang tawon terus membesar,” terang Supardi, 41, salah seorang putra Gladrah.

Kali pertama terlihat, ukuran sarang tawon vespa affinis lebih kecil dibandingkan yang kedua dan dievakuasi secara mandiri. Namun, tiga bulan berselang, kawanan tawon kembali membangun sarang dengan ukuran lebih besar.

Akibatnya, Supardi dan para tetangga waswas karena sewaktu-waktu tawon ndas bisa menyengat. Padahal di sekitar sarang tawon kerap digunakan untuk beraktivitas anak-anak. ”Dulu larvanya (sebanyak) satu ceting nasi. Kalau ini saya yakin lebih banyak lagi,” bebernya.

Supardi dan sejumlah tetangga pernah mencoba mengevakuasi sarang tawon. Bukannya tawon minggat, Supardi malah jadi sasaran sengatan. Sebab itu, dia berharap pihak terkait membantu memusnahkannya.

Terpisah, pegiat pengaman ormas lingkungan desa (Poldes) Sragen Bambang Sugianto menyampaikan, dalam setahun terakhir, sudah mengevakuasi sebanyak 500 sarang tawon ndas. Di antaranya dari kawasan Sidoharjo, Masaran, dan Karangmalang.

Akhir-akhir ini, lanjutnya, sarang tawon cenderung berpindah ke wilayah utara Sungai Bengawan Solo seperti Plupuh dan Miri. “Membuat sarang di permukiman warga. Di sudut-sudut rumah,” pungkas dia. (din/wa)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia