Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

Penerima Bantuan RTLH Pesimistis

04 Desember 2019, 15: 06: 37 WIB | editor : Perdana

LEBIH LAYAK: Rehab RTLH dilakukan secara bergotong royong oleh warga.

LEBIH LAYAK: Rehab RTLH dilakukan secara bergotong royong oleh warga. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Meski senang dan bersyukur, namun warga penerima bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) dari Kementerian Sosial (Kemensos) di akhir tahun ini juga merasa pesimistis. Sebab, bantuan turun mepet waktu, tak sampai sebulan jelang tutup tahun.

Alhasil, para warga penerima RTLH harus berkejaran dengan waktu untuk menyelesaikan rehab rumah kurang dari sebulan. Belum lagi jika bantuan Rp 15 juta itu tak cukup untuk menutup seluruh biaya rehab. Mereka harus mencari tambahan biaya lagi.

”Kami senang mendapat perhatian dan bantuan. Tapi menyelesaikan dalam sebulan juga sulit. Apalagi harus mencari tambahan agar dapat mengganti dinding rumah dari anyaman bambu menjadi tembok,” ujar Lasimin, salah seorang penerima bantuan RTLH asal Kecamatan Gemolong, Selasa (3/12).

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga menyayangkan turunnya bantuan RTLH kemensos yang mepet di akhir tahun. ”Jadi hanya memiliki waktu 28 hari ke depan untuk membangun rumah dari awal sampai selesai,” ucap Yuni.

Agar pelaksanaan bisa berjalan tepat waktu, bupati menugaskan camat untuk langsung mengawasi sekaligus mendampingi para kelompok penerima bantuan bedah rumah ini. ”Di Sragen ada 260 ribu warga yang masuk basis data terpadu (BDT) kemiskinan. Secara bertahap kita bantu, semoga meringankan kemiskinan di Sragen. Bantuan untuk 100 keluarga ini masih kecil sekali,” ujar Yuni.

Sebagai informasi, di akhir tahun ini kemensos mengucurkan bantuan rehab RTLH untuk 100 kepala keluarga (KK) di Sragen. Bantuan difokuskan di enam kecamatan di Sragen. Yakni Kecamatan Kalijambe, Plupuh, Sukodono, Gemolong, Gesi, dan Jenar. 

Kepala Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Nunuk Sri Rejeki mengatakan, masing-masing KK menerima bantuan Rp 15 juta. Uang tersebut wajib dibelanjakan bahan bangunan dan kebutuhan perbaikan rumah. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia