Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Tinggal Hari Ini, Bursa Kerja Inklusif di Graha Wisata Niaga Solo

Buka Ratusan Lowongan untuk Difabel

05 Desember 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Bursa kerja inklusif digelar di Graha Wisata Niaga kemarin terbuka juga bagi difabel.

Bursa kerja inklusif digelar di Graha Wisata Niaga kemarin terbuka juga bagi difabel. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Bagi masyarakat pencari kerja, termasuk teman-teman difabel, masih ada kesempatan untuk mengikuti bursa kerja inklusif di Graha Wisata Niaga, Solo hingga hari ini, Kamis (5/12). Bursa kerja yang digelar Pemprov Jawa Tengah sejak Rabu (4/12) tersebut sengaja mengambil tema inklusif. Sebab, pemerintah juga ingin memfasilitasi para penyandang disabilitas dalam mencari kerja.

Penanggung jawab kegiatan Bambang Wicaksono mengatakan, bursa kerja inklusif ini baru digelar dua kali di wilayah Jawa Tengah. Tujuannnya menjembatani para penyandang disabilitas dalam mencari kerja. 

“Kenapa kita sebut inklusif ? karena lowongan kerja yang dihadirkan bukan hanya untuk umum, namun juga menyediakan lowongan pekerjaan bagi penyandang disabilitas,” jelas dia di sela kegiatan.

Dalam bursa kerja kali ini, 125 perusahaan se-Jawa Tengah menawarkan 8.700 lowongan pekerjaan. Dari kuota tersebut, 470 lowongan disediakan bagi para penyandang disabilitas. Paling banyak disediakan perusahaan retail dan tekstil. “Tunanetra (bisu tuli) dan tunadaksa. Khusus untuk tekstil yang diprioritaskan mereka yang tunanetra,” kata Bambang.

Para pencari kerja menjalani assessment terlebih dahulu mengenai minat dan bakatnya melalui aplikasi kerja. Dari sana pengerucutan bisa lebih terarah. Misalnya jenis pekerjaan macam apa yang paling diminati generasi muda dan lain sebagainya. “Di sini ada yang langsung tes, ada yang wawancara kerja. Dan ada juga kelas-kelas edukasi kesiapan kerja seperti cara membuat CV yang benar, bagaimana menghadapi wawancara kerja dan lainnya,” papar dia.

Kegiatan yang kali kedua digelar Pemprov Jateng ini merupakan bursa kerja pertama di Indonesia yang mengusung konsep inklusif. Harapannya, serapan tenaga kerja bukan hanya maksimal untuk kategori umum namun juga maksimal bagi para penyandang disabilitas. 

“Pertama kita gelar di Kebumen dan kedua ini di Solo. Dua lokasi ini dipilih karena angka jumlah pencari kerja dari penyandang disabilitas cukup tinggi. Dan baru Jawa Tengah yang melaksanakan konsep bursa kerja inklusif,” papar Bambang.

Kamis (5/12) ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dijadwalkam hadir memberikan pengarahan pada para pencari kerja dalam kegiatan hasil kerja sama antara pemprov dan USAID tersebut. 

Salah seorang pencari kerja, Ilham, 24, mengaku tertarik untuk menengok bursa kerja itu lantaran mendengar ada lowongan untuk penyandang disabilitas di beberapa perusahaan. Dia berharap pemerintah lebih serius mengarahkan penyandang disabilitas seperti dia agar bisa ikut bersaing dalam dunia kerja seperti orang-orang pada umumnya.

“Harapannya ya ketersediaan lowongan untuk penyandang disabilitas bisa benar-benar disediakan oleh pemerintah. Sebab, banyak juga difabel yang pendidikannya tinggi, namun kesulitan masuk dunia kerja,” tutur dia. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia