Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Olahraga

Trial Game Asphalt 2019, Trio Rider Perancis Siap Tebar Pesona

05 Desember 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Germain Vincenot siap meramaikan Trial Game Asphalt International Championship 2019 di Srikuit Boyolali.

Germain Vincenot siap meramaikan Trial Game Asphalt International Championship 2019 di Srikuit Boyolali. (TRIAL GAME FOR RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Gelaran balap supermoto bergengsi bertajuk Trial Game Asphalt 2019 siap digelar di Sirkuit Boyolali, Sabtu (14/12) mendatang. Kejuaraan ini dipastikan bakal berlangsung sengit. 

Pasalnya, selain pebalap-pebalap top Tanah Air di kelas utama FFA 250, sejumlah pebalap elit supermoto dunia juga akan turun berlaga di kelas FFA 450 International Championship.

Nama-nama yang sudah dipastikan siap turun ke lintasan adalah trio rider asal Perancis yaitu Sylvain Bidart, Maxime Lacour, dan Germain Vincenot. Dari tiga nama tersebut, Germain Vincenot menjadi satu-satunya pebalap yang pernah menjajal persaingan di Trial Game Asphalt tahun lalu di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, Malang. 

Ketiga pebalap Eropa tersebut didatangkan oleh 76 Rider dengan tujuan supaya pebalap supermoto Indonesia bisa merasakan kerasnya kompetisi dan atmosfir supermoto kelas dunia.

Germain Vincenot mengaku tak sabar untuk berlaga di Trial Game Asphalt International Championship 2019. Ia ingin menebus kegagalannya meraih podium tahun lalu di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, Malang. ”Saya sudah merasakan kerasnya persaingan tahun lalu dan kini saya kembali. Tentu saja saya sudah belajar dari pengalaman dan mempersiapkan segalanya dengan lebih baik. Semoga ini menjadi comeback yang menarik,” tutur Germain Vincenot.

Di lintasan aspal Sirkuit Boyolali, Germain Vincenot dkk akan bertarung dengan sejumlah rider top Tanah Air.  Seperti Tommy Salim, Doni Tata, hingga Farudilla Adam. Jawara Supermoto 250 Perancis tahun 2016 dan 2017 ini menilai pebalap-pebalap tuan rumah adalah lawan tangguh yang wajib diantisipasi. 

”Saya tahu mereka sangat cepat. Selain itu, sirkuit ini betul-betul baru buat saya. Jadi saya harus bisa beradaptasi dengan cepat untuk bisa meraih juara,” tutur pria kelahiran Vincennes, Perancis ini.

Hal serupa dikatakan Sylvain Bidart. Ajang Trial Game Asphalt International Championship ini akan menjadi pengalaman pertamanya membetot gas di Indonesia. 

”Ini akan menjadi pengalaman baru buat saya. Tentu saja akan sangat menarik merasakan atmosfir di sini dan bersaing dengan pebalap-pebalap top dari Indonesia. Menjadi juara tentu saja adalah target saya,” ujar rider yang telah berlaga di Supermoto World Championship sejak 2005 ini.

Perebutan juara umum FFA 250, selain persaingan rider Eropa di kelas FFA 450 International Championship, yang paling ditunggu-tunggu adalah persaingan di kelas utama FFA 250. Pasalnya hingga saat ini belum ada satu pun pebalap di klasemen yang mengunci gelar juara umum.

Hingga seri keempat yang digelar di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 19 Oktober lalu, klasemen sementara kini dipimpin oleh Farudilla Adam dengan 184 poin. Terpaut hanya tiga poin, menguntit di belakangnya Tommy Salim dengan 181 poin. Sementara Doni Tata membayangi di tempat ketiga dengan 169 poin.

Sementara itu, Trial Game Asphalt 2019 sebelumnya telah bergulir di empat seri. Yakni Boyolali pada seri perdana, disusul Purwokerto, Jogja, dan Malang. Seri terakhir akan kembali ke Sirkuit Boyolali. Para rider terlebih dahulu menjalani sesi kualifikasi pada Jumat (13/12) untuk menentukan pole position. Lalu, sehari kemudian (14/12) merupakan race day. Di mana balapan digelar dua kali yakni sore dan malam hari. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia