Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Dinkes Wonogiri Evakuasi Penderita Tumor Ganas 

05 Desember 2019, 13: 47: 49 WIB | editor : Perdana

Dinkes Wonogiri Evakuasi Penderita Tumor Ganas 

WONOGIRI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri mengevakuasi seorang ibu rumah tangga pengidap tumor payudara. Sudah bertahun-tahun tumor tersebut diidap hingga kini terus membesar. 

SA, 40, warga Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri ini merupakan keluarga tidak mampu. Suaminya pekerja serabutan. Memiliki satu anak berusia 8 tahun yang masih duduk di sekolah dasar.

“Kemarin (Selasa 3/12) dapat laporan ada warga yang mengidap tumor payudara. Kemudian koordinasi dengan puskesmas, kecamatan dan desa,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri, Adhi Dharma, Rabu (4/12).

Menurut Adhi Dharma, tumor yang diderita SA sudah bertahun-tahun. Beberapa kali juga sudah berobat ke puskesmas dan RSUD dr Soediran Mangun Sumarso, Wonogiri. Sayangnya, kurangnya informasi dan pengetahuan tentang BPJS membuat penyakit itu kurang mendapat perhatian intensif.

“Pasien tidak tahu kalau punya BPJS, padahal datanya ada di kepesertaan PBI. Jadi ketika dirujuk dari puskesmas untuk penanganan lebih lanjut tidak dijalankan karena pasien memikirkan biaya. Saat ini masih dicetakkan kartu BPJS-nya,” katanya.

Kemarin, pasien belum bisa ditangani. Sebab, ada beberapa pertimbangan dari pihak keluarga dan pertimbangan administrasi. Salah satunya kartu BPJS pasien belum jadi atau belum diserahkan. “Pertimbangannya anak masih sekolah, suaminya juga masih bekerja. Sehingga hasil koordinasi dari Puskesmas dan pihak keluarga, pasien belum bisa ditangani,” katanya.

Hari ini, kata Adhi Dharma, pasien akan di rujuk rumah sakit. Pasien akan langsung didampingi oleh petugas dari Puskesmas Selogiri. 

SA, yang ditemui di rumahnya mengaku bahwa awal mulanya ada benjolan kecil di bawah ketiak dekat dengan payudara kanan. Benjolan itu tidak sakit, bahkan sampai saat ini sampai membesar tidak sakit. “Awalnya 5 tahun lalu kecil tidak sakit. Sudah beberapa kali berobat ke rumah sakit,” katanya.

Saat ini, SA mengaku sudah siap menjalani operasi. Namun, masih terkendala anaknya masih menjalani ujian sekolah. “Baru Senin depan mau ke rumah sakit, anak tidak bisa ditinggal. Pasti nangis,” katanya. (kwl/bun)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia