Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Terapkan Sensus Mandiri, Sosialisasi Data Strategis Perekonomian

05 Desember 2019, 14: 23: 13 WIB | editor : Perdana

PAPARAN: Sosialisasi yang digelar BPS Kota Surakarta, kemarin (4/12).

PAPARAN: Sosialisasi yang digelar BPS Kota Surakarta, kemarin (4/12). (SEPTINA FADIA P/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pengembangan perekonomian rakyat di daerah masih terkendala akurasi data. Untuk itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta menggelar Sosialisas Data Strategis Perekonomian 2019. Sosialisasi berlangsung di Indah Palace Hotel, kemarin (4/12).

Ketua Mako Sensus Penduduk (SP) 2020 BPS Kota Surakarta Leni Kurniawati menjelaskan bakal menerapkan metode berbasis registrasi penduduk secara mandiri melalui website khusus. Metode ini diklaim memudahkan proses sensus. Data registrasi penduduk ini bakal menjadi pendamping bagi petugas BPS saat pendataan door-to-door.

“Kalau tidak ada data yang error saat sensus mandiri di website, kami tidak akan datang dari rumah ke rumah. Dengan konsekuensi masyarakat jujur dalam mengisi sensus mandiri,” beber Leni.

Sensus Penduduk 2020 diawali metode mandiri pada 15 Februari hingga Maret mendatang. Baru kemudian pada Juli 2020 dilakukan sensus wawancara secara door-to-door. Berdasarkan hasil sensus mandiri tersebut. 

Leni berharap sensus mandiri clean. Sehingga petugas tidak perlu kunjungan ke rumah. Diakuinya, stigma buruk sensus penduduk masih melekat di mata masyarakat. Banyak responden tidak menerima dengan baik saat petugas mendatangi rumah mereka. “Kami sangat mengimbau masyarakat melakukan sensus mandiri dengan baik dan jujur. Agar tidak error,” tegasnya.

Pelaksanaan sensus kali ini memanfaatkan geospasial. Memetakan tiap rumah beserta titik koordinatnya. Sebab mayoritas petugas kelurahan tidak mengenal warganya sendiri. Petugas sensus harus memastikan ke tiap ketua RT. 

“Karena tanpa kerja sama yang kuat, kami tidak bisa melakukan sensus dengan baik. Rencananya, kami akan menunjuk ketua RT sebagai ambassador SP 2020. Mengerahkan warganya melakukan sensus mandiri,” sambungnya.

BPS nantinya bakal mengerahkan 695 petugas sensus wawancara. Rinciannya, Kecamatan Banjarsari 207 petugas, Jebres 254 petugas, Laweyan 110 petugas, Serengan 54 petugas, dan Pasar Kliwon 90 petugas. 

“Wawancara SP 2020 lebih simpel. Hanya 21 pertanyaan. Pada 2021 mendatang pertanyaannya lebih lengkap. Long form 82 pertanyaan. Tapi pada 2021 hanya survei berdasarkan data hasil SP 2020,” tandasnya. (aya/fer)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia