Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Ganjar Sindir Perusahaan yang Rata-Rata Belum Ramah Difabel

06 Desember 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Gubernur Ganjar Pranowo berdialog dengan penyandang disabilitas pada bursa kerja di Graha Wisata Niaga, Kamis (5/12)

Gubernur Ganjar Pranowo berdialog dengan penyandang disabilitas pada bursa kerja di Graha Wisata Niaga, Kamis (5/12) (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemprov membuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas. Sebab itu, seluruh perusahaan, baik pemerintah maupun swasta harus menyiapkan sarana prasarananya.

Demikian ditegaskan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menghadiri bursa kerja inklusif di Gedung Graha Wisata Niaga, Kamis (5/12).

Menurut gubernur, masih ada perusahaan yang belum pro difabel. “Banyak keluhan yang saya dapat dari mereka langsung (difabel). Misalnya akses jalan menuju tempat kerja sulit, kemudian ketika sampai di tempat kerja mereka kesulitas bergerak, tidak ada akses khusus. Untuk toilet juga, kemudian klinik, dan lain sebagainya," bebernya. 

Ditambahkan Ganjar, pemerintah kabupaten/kota sudah membuat peraturan daerah (Perda) tentang tenaga kerja difabel, tapi, perusahaan swasta belum menjalankan secara optimal. "Yang menjalankan secara penuh baru di jajaran pemerintahan. Swasta masih banyak yang mengabaikan. Saya harap harus ada perubahan. Mulai tahun depan, secara bertahap semua perusahaan harus sudah memberikan fasilitas yang memadai untuk mereka (difabel)," tegasnya.

Sementara itu, penanggung jawab kegiatan bursa kerja Bambang Wicaksono menuturkan, tersedia sebanyak 8.700 lowongan dari 25 perusahaan se-Jateng. Dari kuota tersebut, 470 lowongan disediakan untuk penyandang disabilitas. 

Bambang mengakui, tidak sedikit rekan-rekan difabel mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan. Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov Jateng membuka lapangan pekerjaan khusus disabilitas.

"Lowongan pekerjaan paling banyak bagi disabilitas dari perusahaan retail dan tekstil. Khusus tekstil yang diprioritaskan tunanetra," kata dia. 

Para pencari kerja, imbuh Bambang, di-assessment terlebih dahulu minat dan bakatnya melalui aplikasi kerja secara online. Dengan cara ini para pencari kerja bisa kebih terarah. "Kami juga sediakan lokasi wawancara di tempat. Panitia juga menyediakan fasilitas bagi-bagi tips cara membuat CV (curriculum vitae) yang benar, serta bagaimana menghadapi wawancara kerja dan lainnya," tuturnya. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia