Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Features

Cara Efektif Kendalikan Populasi Tikus Perusak Tanaman Padi

06 Desember 2019, 12: 24: 24 WIB | editor : Perdana

ANCAMAN: Tikus sawah terkena jebakan

ANCAMAN: Tikus sawah terkena jebakan (SEPTINA FADIA PUTRI/RADAR SOLO)

Share this      

Tikus menjadi hama yang meresahkan para petani. Beragam cara dilakukan untuk menghalau serangan hama tikus ini. Namun tak banyak upaya ini berhasil menyingkirkan hewan pengerat ini. Obat kimia akan berdampak ke tanaman, kini muncul cara alami yang lebih efektif. 

SEPTINA FADIA PUTRI, Solo, Radar Solo

MENGENDALIKAN hama tikus yang efektif, ramah lingkungan, dan berdampak jangka panjang bisa dilakukan dengan cara alami. Cara itu dengan pemasangan trap barrier system (TBS) dan pemanfaatan burung hantu dengan dibuatkan rumah burung hantu (rubuha). 

TBS merupakan teknik pengendalian tikus dengan prinsip memasang perangkap di lahan padi. Komponen TBS terdiri atas dinding sebagai pagar dengan bahan fiber, agar tahan lama dan dapat dipasang berulang-ulang. Lalu bubu perangkap dari ram kawat, dan tanaman pemikat (lure crop), yaitu tanaman padi yang telah membentuk malai isi.

“Pemasangan TBS akan efektif apabila padi di lahan sekitarnya belum mencapai masa bunting, atau pada masa bera,” jelas Supriyadi, ketua tim Pengabdian Masyarakat dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) UNS.

Tikus akan masuk ke TBS karena mencari padi yang mengandung pat atau karbohidrat sebagai kebutuhan pakan pokok. Itu digunakan tikus untuk berkembang biak. Bubu perangkap di pasang sore hari dan diperiksa pagi harinya. Tikus yang terperangkap dalam bubu lalu dibunuh dengan cara ditenggelamkan.

“TBS modifikasi ini cukup efektif. Mampu menangkap antara 1-18 ekor setiap malam dipasang. Jumlah lubang atau sarang aktif tikus di sekitar lokasi pemasangan TBS juga turun signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa TBS efektif menurunkan populasi tikus di lapangan," sambungnya.

Anggota tim, Setya Nugraha menambahkan spesifikasi teknologi TBS yang diterapkan adalah luas tanaman padi untuk lure crop sebesar 120 meter persegi dengan panjang 12 meter dan lebar 10 meter. Tanaman dipagari dengan plastik fiber setinggi 80 centimeter dengan rapat. Dengan catatat, bagian bawah fiber ditambal dengan tanah basah. Penyangga fiber ditempatkan di dalam pagar.

“Pemasangan TBS dapat diintegrasikan dengan pemanfaatan burung hantu, Tyto alba untuk mendapatkan hasil lebih efektif, ramah lingkungan, dan efek jangka panjang. Pemanfaatan burung akan lebih efektif apabila disertai dengan pembuatan rubuha sebagai sarangnya. Burung hantu dapat mengendalikan populasi tikus, karena makanan utamanya adalah tikus.

Setya mengklaim pemasangan TBS akan efektif apabila dipasang dengan benar, baik cara pemasangan, waktu pemasangan dan tanaman padi dalam TBS, yakni padi fase generatif dan tanaman padi sekitarnya baru pindah tanam atau fase vegetatif awal atau bera. Pemasangan rubuha di wilayah serangan tikus bersinergi baik dengan TBS guna mengendalikan populasi tikus dalam jangka panjang.

“Dan pola tanam dengan selingan bukan padi dan waktu tanam padi serempak perlu dikembangkan dan dijalankan petani untuk mengurangi perkembangbiakan tikus dan populasinya,” tandasnya. (aya/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia