Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Jateng

Bantu Korban Puting Beliung, Pemprov Siapkan Rp 23 M

06 Desember 2019, 12: 28: 16 WIB | editor : Perdana

DISAPU ANGIN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melihat kondisi korban puting beliung di Wonosobo.

DISAPU ANGIN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melihat kondisi korban puting beliung di Wonosobo. (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG – Bencana angin puting beliung melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah. Mulai Oktober hingga Desember ini. Bencana tersebut menyebabkan ratusan bangunan, baik rumah maupun fasilitas publik lain mengalami kerusakan. Pemprov Jateng telah menyiapkan Rp 23 miliar untuk membantu korban bencana ini.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, bencana angin puting beliung melanda 12 kabupaten di Jawa Tengah. Di antaranya Kabupaten Magelang (8 kecamatan), Kabupaten Wonosobo (8 kecamatan), Brebes (1 kecamatan), Boyolali (1 kecamatan), Kabupaten Tegal (1 kecamatan), Banjarnegara (2 kecamatan),  Karanganyar (5 kecamatan), Batang (4 kecamatan).

Selain itu ada Wonogiri (4 kecamatan), Pemalang (1 kecamatan), Sragen (1 kecamatan), Kendal (1 kecamatan) dan Grobogan di beberapa desa. Sebanyak 31 bangunan roboh, dan 107 bangunan mengalami rusak berat.

“Akibat bencana ini, puluhan rumah dan bangunan lain seperti sekolah mengalami kerusakan. Ada yang roboh, rusak berat, sedang dan ringan. Kerugian ditaksir hingga miliaran rupiah,” kata Kepala BPBD Jateng Sudaryanto saat dikonfirmasi, Kamis (5/12).

Terkait bencana angin puting beliung itu, Pemprov Jateng telah menyiapkan anggaran dari biaya tak terduga 2019. Anggaran sebesar Rp 23 miliar telah disiapkan untuk memberikan bantuan kepada korban yang mengalami kerusakan akibat bencana itu.

“Tidak semua dibantu. Hanya rumah yang roboh dan rusak berat. Untuk rumah roboh, mendapatkan bantuan Rp15 juta per rumah, sementara rusak berat dibantu Rp10 juta per rumah,” terangnya.

Untuk mencairkan bantuan itu, kabupaten/kota harus membuat surat pernyataan darurat angin kencang. Apabila rumah yang rusak akibat angin kencang lebih dari lima, maka pemerintah daerah dapat mengajukan bantuan kepada Pemprov Jateng untuk bantuan kerusakan berat. Sementara untuk kerusakan sedang atau ringan, bantuan dapat diberikan dari kabupaten/kota setempat.

“Dari anggaran tersebut, sampai akhir tahun ini sudah digunakan Rp 6,3 miliar. Sisanya, untuk membantu warga yang menjadi korban bencana angin kencang di beberapa daerah. Kami masih menunggu pengajuan dari kabupaten/kota,” terangnya.

Sudaryanto menambahkan, Pemprov Jateng sudah berusaha mengantisipasi korban dari bencana angin puting beliung ini. Pemprov sudah menggelar rapat koordinasi terkait antisipasi bencana angin puting beliung. 

“Termasuk adanya surat edaran Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada masing-masing kabupaten/kota untuk antisipasi bencana. Kami mengimbau agar masyarakat terus berhati-hati dan secepat mungkin menyelamatkan diri apabila terjadi bencana. Jangan lupa untuk selalu menjadi penolong bagi orang lain,” tuturnya.

Dalam beberapa kesempatan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa Jawa Tengah merupakan supermarket bencana alam. Hampir semua bencana ada di provinsi ini. “Jadi, semua harus siap memitigasi. Pahami potensi bencana yang ada di wilayah masing-masing dan tingkatkan pelatihan. Apabila terjadi bencana, segera lakukan tindakan penyelamatan,” kata Ganjar. (lhr/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia