Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Ir. Soekarno Berkuda di Timur Solo

06 Desember 2019, 12: 34: 14 WIB | editor : Perdana

TETENGER: Pekerja meletakkan patung kudang di fondasinya di Jalan Ir. Sutami kemarin (5/12). Berikutnya giliran dipasang patung Ir. Soekarno.

TETENGER: Pekerja meletakkan patung kudang di fondasinya di Jalan Ir. Sutami kemarin (5/12). Berikutnya giliran dipasang patung Ir. Soekarno. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Rampung membangun patung Ir. Soekarno sedang membaca di Plaza Manahan, pemkot kembali mendirikan ikon baru patung Ir. Soekarno menunggang kuda di Jalan Ir. Sutami, kawasan Jurug. Sebelumnya, di lokasi tersebut berdiri tugu Wahana Tata Nugraha (WTN).

Peletakan  patung dimulai Kamis (5/12). Diawali menempatkan patung kuda setinggi delapan meter di fondasi. Disusul patung sang Proklomator. 

Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta Joko Supriyanto mengatakan, pembangunan ikon baru itu menelan anggaran Rp 4,4 miliar. Bersumber dari APBD Perubahan.

Dana tersebut tidak hanya untuk membuat patung, tapi juga penataan kawasan simpang empat Jurug. Seperti pemasangan paving, taman, hingga lansekap kawasan setempat.

"Pohon-pohon tetap dipertahankan. Secara keseluruhan akan kita tata tahun depan. Karena ada patung ini, tugu WTN dipindah. Kita masih berkoordinasi dengan dishub (Dinas Perhubungan Surakarta) terkait lokasi baru," urainya.

Patung Ir. Soekarno berkuda menghadap timur. Seakan menyambut masyarakat yang masuk Kota Solo lewat jembatan Jurug. Awalnya, di lokasi serupa akan dibangun patung Jenderal Sudirman berkuda. Tapi, setelah dilakukan rapat, diputuskan diganti patung Bung Karno.

"Ini merupakan potret beliau saat melakukan inspeksi pasukan di Jogjakarta tahun 1946.  Memang, kita jarang melihat beliau berkuda, tapi pada kesempatan tersebut seperti itu," ujar Joko.

Kepala DPUPR Surakarta Endah Sitaresmi Suryandari menjelaskan, pemilihan Bung Karno kembali diabadikan menjadi ikon Kota Solo mengingat perjuangan presiden pertama RI itu. "Selain memnambah ikon kota, kita berharap lokasi ini bisa menjadi idola swafoto baru," ucapnya.

Terpisah, Kepala Dishub Surakarta Hari Prihatno menerangkan, pihaknya belum menemukan titik baru ikon WTN karena masih menunggu petunjuk Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo.

"Kalau kita di mana saja monggo. Tapi kalau disuruh mencari sendiri juga bingung, dimana-mana sudah penuh bangunan. Tugu (WTN) itu cuma replika, simbol, sedangkan piala yang asli kita simpan rapi. Itu yang penting," tandas dia. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia