Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

KFC Indonesia Resmikan Gerai ke-700 di Solo

Konsep Budaya Jawa, Usung Tema Tetap Original

06 Desember 2019, 12: 38: 13 WIB | editor : Perdana

SIMBOLIS: Prasasti opening Gerai KFC Slamet Riyadi Solo yang ditandatangani GM KFC Greater Asia Richard Wallis (kiri) dan Direktur PT Fast Food Indonesia JD Juwono, Kamis (5/12).

SIMBOLIS: Prasasti opening Gerai KFC Slamet Riyadi Solo yang ditandatangani GM KFC Greater Asia Richard Wallis (kiri) dan Direktur PT Fast Food Indonesia JD Juwono, Kamis (5/12). (KFC INDONESIA FOR RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Tahun ini jadi tonggak sejarah bagi KFC Indonesia yang sudah memasuki tahun ke-40 melayani konsumen di tanah air. Pada Kamis, 5 Desember 2019, KFC Indonesia meresmikan gerai ke-700 di Kota Surakarta atau kerap disebut Solo. Agar lebih dekat dengan konsumennya, KFC terus melakukan ekspansi gerai hingga dapat menjangkau seluruh daerah di Indonesia.

Gerai ke-700 di Kota Solo ini bukan seperti gerai KFC pada umumnya. Gerai ini memiliki konsep tematik budaya Jawa yang cukup kental. Tema Jawa tampak pada ornamen yang hadir di dalam gerai. Seperti gunungan wayang, sepeda onthel, dan signage-signage berbahasa Inggris yang ditulis dalam bahasa Aksara Jawa Hanacaraka.

Semua itu sengaja dihadirkan karena KFC ingin menghormati adat istiadat dan budaya dari lokasi gerai. Serta ingin mengenalkan budaya Solo. Beralamat di Jalan Slamet Riyadi 128, gerai free-standing (gerai dengan bangunan sendiri) bertema Jawa ini merupakan gerai ke-9 di Kota Solo. 

“Peresmian gerai ke-700 berkonsep tematik budaya Jawa ini bersamaan dengan perayaan 40 tahun KFC Indonesia maju bersama Indonesia. Mengusung tema ‘Tetap Original’. Kami pilih tema Jawa karena menyesuaikan dengan kebudayaan lokal Kota Solo yang lekat dengan budaya Jawanya. Bahkan Kota Solo juga memiliki semboyan ‘The Spirit of Java’ yang mencerminkan sebagai pusat kebudayaan Jawa. Kami rasa semboyan tersebut berkesinambungan dengan tema KFC, yakni ‘Tetap Original’ yang secara konsisten menjaga kualitas produksi, penyajian produk, dan semangat berinovasi untuk Indonesia,” kata General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia Tbk Hendra Yuniarto.

Di tengah keberagaman dan invasi budaya luar, KFC ingin mengajak konsumen turut mencintai kebudayaan nusantara. Khususnya budaya khas Jawa dan mendalami makna dari esensi-esensi budaya tersebut. 

“Untuk itu, kami menampilkan ornamen-ornamen khas Jawa di bagian interior dan eksterior gerai baru ini. Dilengkapi fasilitas seperti gerai KFC lainnya. Yakni drive thru, ruang birthday party yang bisa disewa konsumen, KFC coffee, dan beroperasi 24 jam penuh,” imbuhnya.

Mengusung tema budaya membuat gerai baru di Solo ini berbeda dengan gerai KFC lainnya se-Indonesia. Ornamen budaya Jawa sangat hangat dan klasik. KFC menawarkan suasana dan pengalaman menyantap yang berbeda. Tak seperti di restoran cepat saji lainnya. 

Walaupun mengusung tema budaya Jawa, gerai ini tetap menggunakan esensi modern dengan sentuhan ornamen industrial di bagian interiornya. Dipadukan desain Kolonel Sanders sebagai identitas utama KFC yang menghiasi dinding gerai. Suasana dan desain gerai KFC Slamet Riyadi Solo ini lekat dengan karakteristik anak muda Indonesia. Juga disediakan arena bermain anak yang nyaman untuk keluarga.

“Sesuai visi dan misi KFC Indonesia, kami akan terus mengupayakan ekspansi jaringan restoran. Agar dapat hadir lebih dekat dengan konsumen. Baik di kota-kota metropolitan yang sarat persaingan maupun di daerah tingkat II. KFC senantiasa memperkaya pengalaman bersantap dengan menyajikan menu yang nikmat dan berkualitas. Selain itu kami juga menjunjung tinggi kenyamanan konsumen dengan menghadirkan tempat bersantap bersuasana hangat, nyaman, dan terjaga kebersihannya,” tutur Hendra. (*/fer)

(rs/fer/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia