Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

2 Waduk Mendesak Dinormalisasi

06 Desember 2019, 13: 07: 43 WIB | editor : Perdana

SAMBUT PENGHUJAN: Waduk Delingan, di kecamatan karanganyar mulai terisi air. Foto kanan, badan bendungan Waduk Lalung yang longsor sejak 2017 belum diperbaiki.

SAMBUT PENGHUJAN: Waduk Delingan, di kecamatan karanganyar mulai terisi air. Foto kanan, badan bendungan Waduk Lalung yang longsor sejak 2017 belum diperbaiki. (RYAN AGUSTIONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Jelang musim penghujan, kondisi Waduk Delingan dan Waduk Lalung di Kecamatan Karanganyar sedikit bermasalah. Sedimentasi Waduk Delingan kian tebal, sementara badan bendungan Waduk Lalung di dekat pintu air utama, longsor.

Petugas Operasi Waduk Tirtomarto Delingan, Ganjar Jannati menjelaskan, sedimentasi waduk semakin tebal karena adanya petani yang menanam palawija di dalam area waduk. Mereka memanfaatkan permukaan waduk mengering selama kemarau dengan menanam tanaman. Padahal sudah dipasang papan larangan menanam di lokasi tersebut.

”Petani liar banyak. Kami sudah ngomong door-to-door langsung menemui petani yang menanam supaya tidak menaman di lokasi waduk. Jadi mereka menggunakan kesempatan mencari tambahan penghasilan,” tutur Ganjar ditemui Jawa Pos Radar Solo, kemarin (5/12).

Informasi yang diterima, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) sebagai pengelola baru berencana melakukan pengerukan sedimentasi tahun depan. Sementara waduk mulai terisi air sejak awal musim hujan ini.

”Jadi elevasi air di sini kan mulai bertambah. Karena daerah Tawangmangu dan Karangpandan hujan, jadi airnya masuknya ke sini. Tapi baru sedikit, kurang lebih ya baru 5-10 cm an,” imbuh Ganjar.

Di sisi lain, kondisi badan bendungan Waduk Lalung yang longsor pada 2017 silam belum diperbaiki. Lokasinya berada di dekat pintu air utama. Longsor saat itu dipicu karena hujan deras yang mengguyur wilayah setempat beberapa hari terakhir. Tanggul yang longsor berada di sisi luar tanggul di sebelah utara waduk.

”Sampai saat ini ada dua tempat yang longsor di sekitar bendungan,” ungkap Koordinator Pengelola Waduk Lalung, Agus Paryanto.

Kondisi itu membuat daya tampung waduk tidak maksimal. Karena jika menampung hingga penuh, dikhawatirkan jebol. Meskipun sedimentasi tidak terlalu banyak.

”Ini kan cuman tanggulnya aja yang luka. Jadi nggak bisa menampung sepenuhnya karena kondisi longsor di pintu intek utama,” imbuh Agus.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Charisal Akdian Manu menjelaskan, upaya normalisasi baru bisa dilakukan di Waduk Lalung.

”Untuk Lalung akan kita perbaiki tahun depan melalui dana DOISP. Saat ini sedang proses lelang,” jelas pria yang akrab disapa Roga ini.

Sementara untuk sedimentasi Waduk Delingan baru akan dicek terlebih dulu. Pihaknya juga mengedukasi masyarakat bahwa waduk tidak diperbolehkan untuk ditanami. ”Kita akan cek dan inventarisasi dulu. Kalau memungkinkan kita tangani,” tandasnya. (rm1/adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia