Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Investor Tiongkok Disediakan Lahan Khusus

Di Bendosari dan Polokarto 

06 Desember 2019, 13: 17: 56 WIB | editor : Perdana

TUMBUH: Pekerja menyelesaikan pembangunan gedung di kawasan Kota Makmur. Pemkab membuka pintu lebar untuk investasi

TUMBUH: Pekerja menyelesaikan pembangunan gedung di kawasan Kota Makmur. Pemkab membuka pintu lebar untuk investasi

Share this      

SUKOHARJO – Banyak cara dilakukan pemkab untuk menggaet investor. Termasuk dari luar negeri. Di antaranya menyiapkan lahan khusus di Kecamatan Bendosari dan Polokarto. 

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sukoharjo Abdul Haris Widodo mengatakan, pihaknya menyediakan dua blok lahan dengan luas masing-masing 24 sampai 30 hektare di kecamatna bersangkutan. Lahan tersebut dinilai layak untuk mewadahi investor asing yang ingin menanamkan modalnya ke Sukoharjo.

“Letaknya juga strategis. Di area perluasan Kawasan Industri Nguter (KIN)," ujarnya pada acara Sarasehan Kamtibmas di Mapolres Sukoharjo, Kamis (5/12).

Menurut Haris, saapaan akrabnya, penetapan dua blok khusus untuk investasi asing itu telah disetujui Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah serta layak ditawarkan. Dari sisi luas maupun infrastruktur ke lokasi dinilai telah memadai.

Selain itu, secara teknis, pemkab telah melakukan perubahan Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) di Bendosari dan Polokarto. Keduanya masuk dalam zona kawasan industri.

"Perluasan KIN berada di dua kecamatan tersebut. Dua-duanya mendapat prioritas menampung investor. Telah ditawarkan ke investor asal Tiongkok," imbuhnya.

Ditambahkan Haris, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjuk Sukoharjo sebagai daerah paling layak ditawarkan investor. Bahkan Kota Makmur termasuk dalam sepuluh besar tujuan investasi di Jateng.

Sukoharjo juga menempati daerah dengan izin industri terbanyak dibandingkan daerah lain. Dengan total lebih dari 1.500 nomor induk perusahaan yang terdaftar di DPMPTSP pada 2019. Jumlah tersebut terdiri dari perusahaan kecil maupun besar, baru maupun lama. "Izin usaha juga lebih mudah dengan sistem online," kata dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa menuturkan, Kota Makmur menempati posisi kelima sebagai daerah yang paling menarik untuk investasi. Faktor pendukungnya antara lain kepastian hukum dan tata ruang, sehingga ada pembagian kawasan secara jelas.

“Pemetaan dilakukan baik untuk kawasan industri, perumahan, dan seterusnya. Jadi selama ini sudah jelas bahwa kita paling menggugah untuk investasi," imbuhnya.

Ketertarikan investor masuk Sukoharjo, lanjut sekda, juga dipengaruhi jenis usaha yang akan di dirikan. Apakah termasuk padat karya, padat modal, atau padat teknologi.

"Ketika itu padat karya, otomatis akan mempertimbangkan aspek UMK (upah minimum kabupaten),” jelas dia. Ditambahkan Agus, jenis investasi yang paling banyak menaruh minat di Sukoharjo adalah perdagangan dan tekstil. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia