Jumat, 24 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

Nakoba Dilempar ke Dalam Penjara, Penjagaan Kawasan Diperketat

07 Desember 2019, 09: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Pengawasan lingkungan sekitar lapas Sragen diperketat. Petugas bahkan sudah membuat grup. WhatsApp dengan warga sekitar lapas untuk menerima laporan

Pengawasan lingkungan sekitar lapas Sragen diperketat. Petugas bahkan sudah membuat grup. WhatsApp dengan warga sekitar lapas untuk menerima laporan (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Kasus pelemparan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Sragen tak luput dari perhatian Pemkab Sragen. Wakil bupati Dedy Endriyatno yang prihatin dengan kondisi itu meminta lapas memperketat penjagaan. Terutama seputaran (ring) lapas yang berdekatan langsung dengan perkampungan.

Pria yang menjabat Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sragen itu mengaku sudah sering menerima laporan upaya melempar narkoba ke lapas. ”Itu beberapa kali dilakukan. Pengawasan internal di lapas perlu diperketat. Hal ini menunjukkan narkoba masih beredar bebas di luar,” jelas Dedy, kemarin (6/12).

Dia menyampaikan, narkoba tidak hanya ditangani oleh aparat penegak hukum. Semua pihak harus berperan aktif dalam perang melawan narkoba. Termasuk masyarakat harus lebih peduli dengan lingkungannya.

”Apabila menemukan indikasi pemakaian ganja dan sebagainya segera dilaporkan,” terang Dedy.

Pihaknya mengaku sulit jika melihat kondisi lingkungan sekitar lapas yang terbuka. Seperti bagian utara lapas yang biasa dilalui masyarakat umum. ”Biasanya dari utara, kalau motor lewat sambil melempar. Masalah menekan pelemparan, itu upaya internal lapas,” terangnya.

Dia juga berpesan agar lingkungan sekitar tidak acuh pada narkoba. ”Kepedulian di lingkungan ditingkatkan, ada kewaspadaan di masyarakat,” bebernya.

Kepala Lapas Kelas 2 A Sragen Yosef B. Yembise menegaskan, sudah ada upaya komunikasi dengan warga kampung Sidomulyo, Kelurahan Sragen Wetan perihal antisipasi pelemparan. Kampung tersebut paling dekat dengan lapas. Pihaknya bahkan sudah menjalin komunikasi melalui dengan masyarakat setempat. Caranya membuat grup WhatsApp dengan para petugas lapas.

”Kami bersama warga masyarakat RT Sidomulyo terus menjalin komunikasi. Terutama jika ada orang mencurigakan berkeliaran di sekitar lapas mapun kampung. Ini malahan sudah membuat grup WA untuk mengatasi lemparan lemparan itu,” ujar Yosef. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia