Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Olahraga

Persis & Sulut United Serius Tatap Musim Baru, Lainnya Bobok Cantik

07 Desember 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Gelandang Persis Solo Slamet Budiono (jersey merah) saat berjibaku dengan pemain PS UTP, Selasa (3/12)

Gelandang Persis Solo Slamet Budiono (jersey merah) saat berjibaku dengan pemain PS UTP, Selasa (3/12) (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Persis Solo sudah membentuk tim sebulan lebih. Ini dilakukan untuk menatap kompetisi Liga 2 2020. Ternyata ada satu calon klub kasta kedua di Liga Indonesia lainnya yang sudah bersiap diri menatap musim baru. Klub tersebut adalah Sulut United. 

Sementara itu, 13 klub alumnus Liga 2 2019 lainnya masih belum ada kejelasan kapan akan mulai membentuk tim. Padahal bocoran yang muncul dari pihak PT Liga Indonesia Baru, Liga 2 2020 akan dimulai Maret tahun depan. 

Di lain sisi, Sulut United yang dulu bernama Bogor FC ternyata sudah mengumumkan pemain yang dipertahankan. Mantan pemain musim lalu yang dipertahankan adalah Eksel Runtukahu, Herrie Lontoh, Busari, Yudi Khoerudin, dan Fery Bagus Kurniawan. Satu nama baru yang dipastikan resmi bergabung adalah center back eks-PSPS Riau, yakni Muhammad Idham Jauhari. 

Sementara tim kepelatihan juga dipastikan tak ada perubahan. Ricky Nelson sebagai head coach akan didampingi beberapa asistennya, yakni Purwanto Suwondo dan Leo Soputan.

Terpisah, Persis sudah mulai menjalankan negosiasi kepada beberapa pemain. Di antaranya memang muka-muka lama yang sudah bergabung sejak musim lalu. Seperti Hapidin, Nanang Asripin, Sendri Johansya,h dan beberapa pemain lainnya. Saat ini, ada wajah baru yang sudah bergabung dan beberapa di antaranya mulai menjalani negosiasi. Mulai dari Chairul Rifan (eks PSCS Cilacap), Andre Eka Prasetya (eks Persiba Balikpapan), M Ihsan (eks-Persipa Pati), Rony Saputro (eks Persibat Batang), dan Taufan Hidayat (eks-Persatu Tuban).

“Ada beberapa pemain yang sudah nego dan semua yang masuk pembicaraan kontrak. Semua hasil dari rekomendasi pelatih kepala. Semua keputusan ada di tangan coach Salahudin yang memang lebih tahu kebutuhan tim seperti apa,” terang CEO PT Persis Solo Saestu Azmy Alqomar.

Manajemen dan tim kepelatihan Laskar Sambernyawa memang sudah memberi kode bahwa ada banyak pemain Liga 1 maupun Liga 2 yang diundang untuk bergabung. Namun karena berbagai hal, membuat semuanya belum bisa bergabung. Liga 1 2019 yang baru berakhir tanggal 22 Desember jadi salah satu alasannya.

”Kita sudah jalin komunikasi dengan beberapa pemain (incaran), tapi rata-rata belum memberikan keputusan. Soalnya mereka masih terikat kontrak dengan tim lamanya. Kalau mereka nekat, tentu akan didenda timnya nanti,” tandas coach Salahudin. (nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia