Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo
Pilkada Solo 2020

Ginda Harus Hadapi Risiko di-PAW

08 Desember 2019, 08: 17: 59 WIB | editor : Perdana

Ginda Harus Hadapi Risiko di-PAW

SOLO – Dinamika politik di tubuh DPC PDIP Surakarta jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 semakin menarik. Setelah mencuat nama Gibran Raka Bumingraka, kini muncul Ginda Ferachtriawan. Anggota DPRD Surakarta dari PDIP itu mengambil formulir pendaftaran bakal calon wakil wali kota (bacawawali) di kantor DPD PDI Perjuangan Jateng di Semarang, Jumat (6/12). 

Politisi PDI Perjuangan itu nekat melawan arus DPC partainya yang telah mengajukan pasangan Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota 2020.

Majunya Ginda dalam kontestasi pilkada diketahui dari data yang diterbitkan DPD PDI Perjuangan Jateng sesaat setelah penutupan pendaftaran hari pertama.

Nama Ginda menjadi satu dari dua nama yang mengambil berkas pendafataran cawawali. Nama lainnya adalah anggota DPRD Kota Surakarta periode 1999-2004 dan 2004-2009, Purwono.

Saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo melalui pesan singkat terkait pencalonannya, Ginda hanya membalas dengan mengirimkan emoticon bergambar kepala monyet yang kedua tangannya menutup mata.

Jawa Pos Radar Solo kemudian menghubungi ponsel Ginda untuk mendapatkan konfirmasi. Tiga kali panggilan diabaikan, lalu Ginda membalas menggunakan pesan singkat bertuliskan. “Sik (sebentar) bos. Masih nganter tamu,”.

Terpisah, rekan Ginda di DPRD Surakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Antonius Yogo Prabowo menyatakan, rencana Ginda nyalon pilkada melalui DPD sudah diketahui beberapa waktu lalu. Di beberapa kesempatan, Ginda sempat bertukar pikiran ihwal rencana tersebut. Termasuk soal konsekuensi atas sikap yang diambil.

“Saya kira mas Ginda sudah siap dengan seluruh risiko yang akan didapat dengan langkah tersebut. Termasuk kemungkinan terburuk secara politis yaitu PAW (pergantian antarwaktu). Dia hanya melakukan apa yang menjadi keyakinannya, dan saya yakin ada banyak orang, termasuk kader PDI Perjuangan yang berdiri di belakangnya,” bebernya kemarin (7/12).

Yogo menambahkan, Ginda nekat mendaftar melalui DPD karena pintu di DPC tidak terbuka bagi seluruh kader. Dia pun yakin mantan wakil presiden Pasoepati (pendukung Persis Solo) itu serius berebut rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan.

“Tentu kita melihat kiprah Mas Ginda untuk Solo. Misalnya soal ruang terbuka hijau, kawasan tanpa rokok, akses disabilitas yang selalu dia suarakan. Minimal dia telah bekerja untuk kebaikan kota ini,” ungkap Yogo.

Sementara itu, sedikitnya 200 relawan yang tergabung Kancane Gibran Gaes (Kakage) siap mendampingi Gibran Rakabuming Raka mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota (bacawali) di kantor DPD PDI Perjuangan, Jateng Kamis (12/12). Mereka secara swadaya menyewa bus agar dapat sampai di Semarang.

Juru bicara Kagege Imelda Yuniati mengatakan, Kakage merupakan rumah bagi seluruh relawan pendukung Gibran. Saat ini sudah ada 28 elemen bergabung dalam Kagege. Seluruhnya adalah relawan Joko Widodo dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2014 dan 2019. Mereka kembali berkumpul untuk mengusung putra sulung Presiden Joko Widodo sebagai pembawa perubahan di Kota Bengawan.

“Sampai saat ini sudah ada 222 relawan dari 17 simpul yang mendaftar untuk berangkat ke Semarang. Rencana awal kita naik mobil pribadi dan sewa kendaraan umum mengingat jumlah peserta cukup besar,” bebernya.

Keberangkatan Kakage, lanjut Imelda, sebagai salah satu bentuk dukungan relawan kepada Gibran dalam perjuangan berebut rekomendasi DPP.  “Kita semua menggunakan biaya sendiri. Ini bentuk keseriusan dan kesiapan relawan dalam mendukung mas Gibran,” tegasnya.   

Pengamat politik dari Laboratorium Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Suwardi menilai Gibran telah mengoptimalkan potensinya. Sesuai penelitian yang telah dirilis kampus setempat, pengusaha Martabak itu memiliki popularitas yang tak kalah moncer dibandingkan pesaingnya Achmad Purnomo. Sementara soal pasangannya, Suwardi memprediksi berdampingan dengan kader PDI Perjuangan.

“Pasti kader yang kuat di PDIP akan dijadikan pertimbangan. Gibran tidak perlu mencari sendiri karena nanti DPP yang akan menentukan,” tuturnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia