Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Jateng

Ganjar Ancam Cabut Izin Sekolah Swasta yang Gaji Gurunya di Bawah UMK

08 Desember 2019, 12: 12: 59 WIB | editor : Perdana

Ganjar Ancam Cabut Izin Sekolah Swasta yang Gaji Gurunya di Bawah UMK

SEMARANG – Rampung menerbitkan instruksi kepada bupati/wali kota agar menepati gaji guru honorer setara upah minimum kabupaten/kota (UMK), kini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginginkan agar seluruh sekolah swasta melakukan hal sama.

Ganjar juga telah menyiapkan strategi jika pemkab, pemkot maupun yayasan tidak menaati instruksi tersebut, termasuk memberikan sanksi.

 Beberapa waktu lalu Ganjar mengatakan sudah semestinya guru honorer yang mengabdi di sekolah negeri menerima upah sesuai UMK.

Untuk guru honorer SMA, SMK maupun SLB yang dikelola Pemprov sudah mendapatkan hak itu. Namun untuk SMP dan SD yang dikelola pemkab atau Pemkot belum seluruhnya menepati itu.

"Malu dong kalau kita mewajibkan swasta menggaji sesuai UMK sementara kita tidak melakukan," kata Ganjar kala itu.

Di hadapan anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Jawa Tengah, di puncak peringatan Hari Guru Nasional di Balairung Universitas PGRI Semarang, Sabtu (7/12), Ganjar kembali menyebut tentang pemenuhan hak para guru.

Kepada ribuan guru yang hadir, Ganjar menanyakan perlukah guru-guru sekolah swasta mendapatkan perlakuan serupa? "Perlukah yayasan menggaji guru minimal UMK? Kalau tidak, tidak kita beri izin," kata Ganjar.

Sementara agar kabupaten dan kota melaksanan instruksi tersebut, gubernur bakal mengawal penganggaran pendidikan di kabupaten/kota. Ganjar menegaskan kalau pun tidak bisa memenuhi sampai UMK, setidaknya gaji guru honorer tidak hanya senilai Rp 300 ribu – Rp 400 ribu per bulan.

"Kita akan bicara dengan Kemendikbud, Kemenpan dan Kemendagri agar mengawal penganggaran dari kabupaten untuk bisa memenuhi itu," ujarnya.

Pengawasan gaji guru baik sekolah negeri maupun swasta tersebut masuk salah satu bahan evaluasi sekolah. Untuk evaluasi tersebut, Ganjar mengatakan akan menjalin kerja sama dengan PGRI Jawa Tengah.

"Setiap hari saya debat dengan buruh soal kebutuhan hidup layak (dasar penetapan UMK). Lha ini masih ada guru gajinya kok jauh di bawah buruh. Sesudah itu, kita bicara guru sebagai penggerak bangsa. Kan lucu," ucapnya.

Dengan menggandeng PGRI, Ganjar berharap perbaikan sistem pendidikan di Jawa Tengah semakin menunjukkan tren positif. Selain itu, gubernur juga mengatakan sudah semestinya dunia pendidikan di jateng memiliki big data.

"Maka dari itu perlu disiapkan sistem informasi sekolah yang mendata jumlah sekolah, guru, siswa dan fasilitasnya. Termasuk perkembangan pendidikan setiap tahun. Jadi semua bisa dibaca di situ," pungkas dia. (lhr/wa)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia