Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Ketua DPC PDIP Solo Tegur Kader yang Dinilai Mbalelo

08 Desember 2019, 12: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Ketua DPC PDIP Solo Tegur Kader yang Dinilai Mbalelo

SOLO – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengancam bakal melakukan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap Ginda Ferachtriawan dari kursi DPRD. Tapi, sanksi yang ini bukan terkait masalah politik.

Penyebabnya, anggota komisi I tersebut menolak rencana pemkot memindahkan murid SMPN 3 Surakarta dari Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari ke Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan.

Penolakan yang dilakukan Ginda dianggap sebagai sebuah langkah yang tidak sejalan dengan instruksi partai. Sebagai wakil rakyat dari PDIP, Rudy ingin anggotanya mendukung keputusan pemkot yang saat ini dipimpin sesama kader partai. Apalagi penolakan tersebut didasari atas kepentingan pribadi.  

“Kalau nggak mendukung anak-anaknya sekolah, yo mending di-PAW wae no. Mosok anaknya pengin menikmati tempat baru, orang tuanya anggota DPRD nggak mau (mendukung), itu kan keliru tho? Kita membangunkan sekolah itu mbangunke anake, DPRD kan bapake. Lha sing sekolah anake opo bapake? Kalau memang melarang, tak PAW. gitu aja,” urai Rudy kepada wartawan saat agenda Mider Praja di SMPN 12 belum lama ini.

Langkah PAW, lanjut Rudy, dianggap keputusan paling tepat. Sebab, dari 30 wakil rakyat dari PDIP, hanya satu orang yang menolak. Selain itu Ginda juga dianggap berkomentar melebihi kapasitasnya.

“Karena ini yang melarang satu anggota dewan ngapain dipertahankan. Jadi kan menghambat program pendidikan. Itu tidak mewakili fraksi, ndak. Dan bukan komisinya kok. Mas Ginda bukan komisi 4,” tegasnya.

Sesuai aturan partai, Rudy akan mengeluarkan teguran terlebih dahulu sebelum benar-benar melakukan PAW. “Kalau terus menerus akan kita beri surat peringatan. Ini kita beri surat peringatan dulu. Kita dapat laporan yang nggak setuju Ginda saja,” terangnya.

Sementara itu, Ginda belum dapat dikonfirmasi mengenai ancaman PAW dari ketua DPC partainya. Sebelumnya Ginda getol menolak pemindahan siswa kelas IX SMPN 3 ke Laweyan. Sebab, pemindahan dilakukan empat bulan sebelum ujian nasional. Hal itu dianggap mengurangi konsentrasi siswa dalam menyiapkan ujian. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia