Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Pemkot Bekali Linmas Khusus Jadi Corong Pariwisata

09 Desember 2019, 08: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Pemkot Bekali Linmas Khusus Jadi Corong Pariwisata

UNTUK optimalisasi potensi wisata yang tersebar di sejumlah lokasi di Kota Bengawan, pemkot memiliki cara unik. Yakni, dengan mendelegasikan petugas linmas agar terlibat aktif dalam penyebaran informasi kemasyarakatan. Tanpa kecuali potensi wisata di wilayahnya. Hingga saat ini, ada 20 petugas linmas telah dipatenkan sebagai linmas pariwisata.

Keberadaan linmas pariwisata ini cukup mudah ditemui jika ada gelaran pentas seni buda di kemasyarakatan. Dalam setiap tugasnya, mereka wajib ramah dan murah senyum kepada siapa saja yang ditemui. Selain itu, mereka dituntut untuk mampu menjelaskan kegiatan apa yang digelar saat itu.

 “Linmas harus mampu menyebarluaskan informasi kepariwisataan di Kota Solo. Ini tertera dalam Perwali No 7 Tahun 2017 tentang Satuan Perlindungan Masyarakat Kota Surakarta maupun dalam Perda Linmas,” jelas Kasi Bina Potensi Masyarakat Bidang Linmas Satpol PP Kota Surakarta, Hari Simto, Minggu (1/12).

Petugas linmas pariwisata ini akan selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang dihelat di Kota Solo. Pihaknya telah melakukan tahap seleksi untuk menentukan 20 personel awal tersebut. Mulai dari pembatasan usia serta melihat latar belakang pendidikan masing-masing personel. Tak lupa penampilan menarik juga menjadi kriteria wajib bagi linmas pariwisata.

“Mereka ini akan berkomunikasi dengan turis, jadi penampilan menarik dan kemampuan komunikasi yang baik menjadi faktor utama. Kemudian diikuti kriteria batasan usia dan latar belakang pendidikan,” jelas dia.

Penerapan batasan usia dipandang penting mengingat intensitas kerja linmas pariwisata cukup tinggi. Oleh sebab itu dilakukan pembatasan tak lebih dari mereka yang berusia 45 tahun. Sementara latar belakang pendidikan diharapkan mereka mampu beradaptasi karena ke depan kemampuan mereka akan dimaksimalkan dengan dibekali beberapa hal. Salah satunya penguasaan bahasa asing. 

“Mereka tetap akan menjalankan fungsinya sebagai linmas, hanya ditambah lebih intens dalam giat wisata,” kata Hari.

Kali pertama koran ini bertemu dengan linmas pariwisata saat mereka ditugaskan mengawal jalannya giat budaya di Dalem Djojokusuman, Sabtu (31/11) malam lalu. Sejumlah personel ini tampak mencolok dengan handband warna oranye di lengan kiri mereka. Tertera logo kepariwisataan sambil ditegaskan dengan tulisan “LINMAS PARIWISATA” ukuran besar.

“Kalau ada kegiatan seperti ini minimal dua jam sebelumnya harus siap di lokasi,” ucap Yeni Darwati, 43, salah seorang petugas linmas pariwisata.

Yeni sebetulnya hanya seorang linmas yang bertugas di Kelurahan Mojosongo sejak dua tahun lalu. Namun dalam beberapa bulan ini dia memiliki rutinitas baru di kegiatan-kegiatan kepariwisataan di Kota Solo. 

“Sebelum jadi linmas pariwisata ya tugasnya hanya di lingkup kelurahan. Tapi setelah diangkat jadi linmas pariwisata agendanya bisa sampai mana-mana,” ujarnya.

Meski kesibukan bertambah, dia mengaku senang. Dia pun berharap ke depan statusnya itu bisa dipatenkan lewat SK wali kota agar ke depan kesejahteraan lebih terjamin. “Ya memang agak capek, tapi senang karena bisa ikut berbagai kegiatan. Semoga ke depan ada anggaran khusus, karena semuanya ini masih swadaya. Paling dibantu dari atasan-atasan kami untuk pemenuhan logistik,” kata Yeni.

Ke depan, pemerintah akan menambah jumlah personel linmas pariwisata. Setidaknya ada dua linmas khusus ini di setiap kelurahan di Kota Solo.  “SDM linmas itu ada 900 orang lebih. Kalau tiap kelurahan diambil dua saja akan memberikan dampak yang bagus bagi potensi wisata di wilayah setempat. Yang pasti tidak akan mengurangi fungsi linmas karena jika dibutuhkan akan di perbantukan dengan anggota lainnya,” tutur Arif. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia