Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Anggaran BPBD Klaten Untuk Dropping Air Bersih Habis

09 Desember 2019, 14: 10: 59 WIB | editor : Perdana

SIAGA: Armada truk miliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten untuk mendukung kegiatan dropping air bersih ke sejumlah desa.

SIAGA: Armada truk miliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten untuk mendukung kegiatan dropping air bersih ke sejumlah desa. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten memastikan anggaran dropping air bersih habis. Anggaran yang bersumber dari APBD 2019 itu habis sejak 25 November.

Sebagai catatan, BPBD Klaten menganggarkan Rp 200 juta untuk dropping air bersih. Sebanyak 800 tangki isi 5.000 liter.

“Jadi sejak 25 November itu kami telah menghimbau kepada pihak ketiga untuk berpartisipasi dalam kegiatan dropping air bersih. Kami juga kerja sama dengan lembaga, komunitas, maupun perkumpulan. Total ada 33 pihak,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten Sri Yuwana Haris Yulianta, kemarin (8/12).

Imbauan ini menghasilkan 369 tangki. Sudah disalurkan ke sejumlah desa. Kendati demikian, ketersediaan air bersih hanya memenuhi permintaan warga hingga 4 Desember. 

“Kami berharap hujan dengan intensitas rutin segera turun. Mengingat beberapa waktu lalu kami melihat sumur-sumur warga dengan kedalaman 10-15 meter di daerah rawan masih kering,” ucapnya.

Meski anggaran dropping habis, masih ada biaya tak terduga (BTT). Ada sejumlah pertimbangan belum mengeluarkan BTT. Apalagi pencairan dan proses kelengkapan administrasi butuh proses cukup panjang.

“Kami menekankan pada keterlibatan pihak ketiga. Kami juga sediakan fasilitas armada untuk dropping air bersih. Operasional ditanggung lembaga bersangkutan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala BPBD Klaten Sip Anwar menyebut berdasarkan data Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan terjadi bulan ini.

“Puncak musim penghujan diperkirakan Januari dan Februari 2020. Waspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Maupun puting beliung pada masa peralihan,” imbaunya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia